Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim Ririn Sari Dewi (tengah) (ANTARA)
INDOZONE.ID - Perputaran uang sektor ekonomi kreatif (ekraf) di Kalimantan Timur (Kaltim) pada subsektor fesyen mencapai Rp2,79 miliar selama 2025. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,34 miliar.
"Pada 2025, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kaltim sebesar Rp173,95 triliun. Subsektor fesyen Kaltim pada 2025 memberi kontribusi sebesar 0,47 persen terhadap PDRB Kaltim," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim Ririn Sari Dewi, dikutip ANTARA.
Sementara pada tahun 2024, subsektor fesyen memberikan sumbangan 0,41 persen ke PDRB Kaltim yang tercatat sebesar Rp169,21 triliun.
Ririn menyebut, ada tiga aktivitas ekraf yang berkontribusi dominan pada PDRB Kaltim tahun 2024 dan 2025. Pertama, usaha penjahitan dan pembuatan pakaian sesuai pesanan.
Baca juga: Danantara Bangun 1.275 Hunian Sementara di Tiga Provinsi Terdampak Bencana
Aktivitas ini berkontribusi 0,19 persen (2024) dan 0,22 persen (2025), dengan nilai tambah Rp1,05 miliar (2024) dan Rp1,32 miliar (2025).
Kedua, industri pakaian jadi atau konveksi dari tekstil berkontribusi 0,10 persen (2024) dan 0,11 persen (2025), masing-masing nilai tambah Rp580,38 juta dan Rp658,53 juta.
Terakhir, pendidikan kerajinan dan industri perdagangan besar pakaian, yang berkontribusi 0,02 persen dan 0,3 persen. Masing-masing nilai tambah Rp130,08 juta dan Rp132,3 juta.
Dengan kontribusi besar pada subsektor fesyen, Ririn menyebut bahwa tahun ini pihaknya bakal mengembangkan turunannya, seperti kuliner, kriya, dan lainnya.
Pengembangan ini dilakukan mulai dari pembangunan pusat produksi sentra UMKM, sesuai keunggulan masing-masing daerah.
"Hal ini penting untuk meningkatkan kapasitas produksi yang diimbangi dengan standardisasi kualitas, perbaikan kemasan, higienitas, sertifikasi halal, kepemilikan nomor induk berusaha (NIB), guna mendorong penetrasi pasar ritel modern dan memperluas akses ke rantai pasok,” katanya.
Selain itu, ada beberapa hal lainnya untuk mendukung percepatan transformasi digital ekonomi kreatif, mulai dari penguatan talenta, pendanaan inkubasi srart-up, dan digitalisasi UMKM.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA