Kamis, 12 MARET 2026 • 08:20 WIB

Prabowo Targetkan PLTS 100 Gigawatt untuk Percepat Swasembada Energi

Author

Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri tasyakuran HUT Ke-1 Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Wisma Danantara, Jakarta. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto menilai situasi global yang penuh ketidakpastian justru menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat rencana mewujudkan swasembada pangan dan energi nasional. Menurutnya, krisis global yang terjadi di berbagai negara dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian nasional.

Prabowo mengatakan krisis yang terjadi di dunia, termasuk dampak konflik geopolitik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran, harus dimaknai sebagai dorongan untuk mempercepat berbagai program strategis pemerintah.

“Kita lihat dunia sekarang penuh ketidakpastian, terjadi di mana-mana krisis. Tetapi krisis selalu menghasilkan peluang, krisis adalah ujian, krisis adalah batu loncatan,” kata Prabowo dalam acara Hari Ulang Tahun ke-1 Danantara di Wisma Danantara, Jakarta.

Ia menilai Indonesia memiliki modal besar untuk menghadapi berbagai tantangan global, terutama karena kekayaan sumber daya alam yang dimiliki.

“Saya yakin dan percaya bangsa Indonesia diberi kekayaan alam yang luar biasa, dan kita mampu keluar dari krisis ini semakin kuat,” ujarnya.

Percepat Swasembada Pangan dan Energi

Prabowo menyebut pemerintah telah menyiapkan dua agenda besar untuk memperkuat ketahanan nasional, yakni swasembada pangan dan swasembada energi.

Baca juga: Amankan Pasokan Energi di Tengah Konflik Timur Tengah, Pemerintah Proses Impor Minyak dari AS

Menurutnya, program swasembada pangan sudah mulai menunjukkan hasil, sementara target swasembada energi diperkirakan dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan.

“Kita sudah punya rencana swasembada pangan, alhamdulillah sudah tercapai sebagian. Kita juga punya niat swasembada energi yang kita yakin bisa tercapai dalam empat tahun ke depan,” kata Prabowo.

Namun, situasi global saat ini dinilai memaksa pemerintah untuk mempercepat implementasi berbagai program tersebut.

Target Bangun PLTS 100 Gigawatt

Sebagai bagian dari percepatan transisi energi, Presiden menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 100 gigawatt (GW) di berbagai wilayah Indonesia.

Menurutnya, program tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat elektrifikasi nasional sekaligus memperkuat penggunaan energi terbarukan.

“Kita akan melaksanakan elektrifikasi dengan energi terbarukan dari tenaga surya. Dalam waktu yang sesingkat-singkatnya kita akan membangun 100 gigawatt,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan pembangunan PLTS berskala besar tersebut merupakan keputusan langsung pemerintah untuk mempercepat pencapaian target kemandirian energi.

Potensi Energi Indonesia Dinilai Besar

Prabowo juga menyoroti berbagai potensi energi yang dimiliki Indonesia, mulai dari energi matahari hingga panas bumi (geotermal).

Baca juga: Jurus Jitu Pemerintah Dorong Swasembada Energi Nasional

Menurutnya, cadangan panas bumi Indonesia termasuk yang terbesar di dunia, namun pemanfaatannya masih belum optimal.

Selain itu, pemerintah juga melihat peluang pengembangan bahan bakar nabati (biofuel) dari komoditas pertanian seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu.

Dengan berbagai sumber energi tersebut, Prabowo optimistis Indonesia dapat mempercepat pembangunan sektor energi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Itu sudah perintah saya, itu sudah keputusan saya, dan kita akan buktikan kepada dunia bahwa kita lebih cepat dan efektif dalam hal ini,” tegas Prabowo.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU