INDOZONE.ID - Sepanjang 2025, industri ekspedisi dan logistik digital di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang semakin solid. Bahkan ada perubahan perilaku konsumen seiring meningkatnya aktivitas e-commerce.
Transformasi digital menjadi salah satu penggerak pertumbuhan sektor ini. Bahkan platform pengiriman on-demand kini tak hanya menyediakan layanan antar barang, tetapi punya fitur lain yang mendukung pertumbuhan bisnis.
Pendekatan ini membuat layanan ekspedisi semakin relevan bagi pelaku UMKM yang membutuhkan solusi logistik praktis tanpa proses rumit. Kondisi ini juga menegaskan peran krusial layanan ekspedisi sebagai tulang punggung distribusi barang nasional.
Baca juga: Modal Sejutaan Bisa Jadi Bos? Ini Strategi Bisnis Ala Raymond Chin!
Bahkan Lalamove membeberkan kepada wartawan bahwa di tahun ini menunjukkan pertumbuhan yang solid. Dalam satu tahun, jumlah pengguna aktif meningkat hingga 36%, sementara mitra pengemudi tumbuh lebih dari 20%, mencerminkan meningkatnya adopsi layanan dari sisi pengguna maupun mitra pengemudi.
“Pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan. Itu artinya bisa menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas,” kata Managing Director Lalamove Indonesia Andito B Prakoso di Jakarta.
Eskalasi ini menghasilkan kenaikan pertumbuhan pemesanan sebesar 34% YoY. Permintaan pengiriman di tahun 2025 mencapai level tertinggi pada tanggal 24 Desember, dengan pesanan meningkat sekitar 20%.
Tren ini juga sejalan dengan data historis, yang secara konsisten menunjukkan permintaan yang lebih tinggi selama periode akhir tahun dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.
Dari sisi bisnis, jumlah pengguna korporasi (business users) juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan pengiriman yang fleksibel dan efisien dari pelaku usaha.
Ekspansi Wilayah
Tren ekspansi wilayah juga menjadi sorotan penting di 2025. Jika sebelumnya layanan ekspedisi digital banyak terpusat di kota-kota besar Pulau Jawa, kini sejumlah perusahaan mulai merambah kota-kota di luar Jawa.
Ekspansi ke wilayah seperti Sumatra menjadi langkah strategis untuk menjawab pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas akses logistik yang lebih merata. Langkah ini turut membuka peluang baru bagi pelaku usaha lokal agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
Baca juga: Dari Hilirisasi hingga Pemulihan Daerah Bencana, Kinerja Mentan Amran Disorot Positif
Andito juga melihat pertumbuhan ekonomi daerah sebagai peluang besar untuk memperkuat ekosistem logistik digital yang inklusif dan berkelanjutan.
“Ekspansi ke luar pulau Jawa merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk menghadirkan solusi logistik yang relevan dan mudah diakses oleh lebih banyak pelaku UMKM di berbagai daerah,” ujarnya.
Memasuki tahun-tahun berikutnya, bisnis ekspedisi diprediksi akan terus berkembang dengan fokus pada perluasan wilayah, kolaborasi lintas sektor, dan inovasi layanan yang semakin adaptif.
Dengan kebutuhan pengiriman yang kian dinamis, industri ini berpotensi menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Lalamove