Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 15:34 WIB

Gubernur Jateng Tawarkan Peluang Investasi Strategis ke Kesultanan Brunei Darussalam

Author

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan kerabat Kasultanan Brunei Darussalam, Pangiran Muda Abdul Qawi ibni Mohamed Bolkiah. (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

INDOZONE.ID - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka peluang investasi serta kerja sama lintas sektor dengan Kesultanan Brunei Darussalam dalam kunjungannya ke Indonesia. 

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menyampaikan di Semarang, Selasa, bahwa pertemuan tersebut dilakukan antara Gubernur Jateng dan perwakilan keluarga Kesultanan Brunei Darussalam.

Yakni, Pangiran Muda Abdul Qawi ibni Mohamed Bolkiah dan Tengku Amalin Aishah Putri binti Sultan Ismail Petra.

Baca juga: BPJPH: Wajib Halal 2026 Bukan Sekadar Aturan, Tapi Alat Perkuat Ekonomi Nasional

Ia juga turut mendampingi Gubernur Jateng dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Senin (29/12/2025) malam.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka peluang investasi dan kemitraan strategis dengan Kesultanan Brunei Darussalam. 

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, menyebutkan bahwa Gubernur Jateng telah melakukan pertemuan dengan perwakilan keluarga Kesultanan Brunei Darussalam.

"Pertemuan itu untuk mengakrabkan hubungan antara Brunei Darussalam dengan Pemerintah Provinsi Jateng. Kami kemudian menyampaikan beberapa peluang investasi," katanya.

Ia menjelaskan bahwa pada sektor energi hijau, pembahasan difokuskan pada kelanjutan kerja sama yang telah dirintis dalam pertemuan sebelumnya di Malaysia. 

Saat itu, telah ditandatangani nota kesepahaman antara PT JPEN (Jateng Petro Energi) terkait rencana pengembangan teknologi Solar PV (photovoltaic) untuk pembangkit listrik tenaga surya terapung di Jawa Tengah.

Baca juga: POPSI Dorong Penertiban Sawit yang Adil dan Berbasis Kepastian Hukum

Selanjutnya adalah pengembangan Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Semarang yang diarahkan untuk mendorong pemanfaatan "green energy" dan "green industry".

Sedangkan di bidang pertanian, pihaknya menawarkan pengembangan Pasar Agro Digital Modern di Soropadan, dan menjadikan Jateng sebagai pusat benih nasional.

Ia menjelaskan bahwa Pangiran Muda Abdul Qawi ibni Mohamed Bolkiah dan Tengku Amalin Aishah Putri binti Sultan Ismail Petra telah mendengarkan semua tawaran dari Pemprov dan BUMD Jateng, serta mematuhi apa yang menjadi potensi Jateng.

"Mereka ingin melihat potensi itu di lapangan, maka mereka merencanakan untuk 'field trip' (kunjungan lapangan) mengenai potensi investasi dan pariwisata di Jateng. Diharapkan mereka bisa segera melihat potensi-potensi itu," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU