INDOZONE.ID - Ada bentuk bisnis baru di kota besar, khususnya ruangan yang tak lagi memadai. Problematikanya sama seperti oarang yang punya mobil, tapi tak punya lahan parkir. Hanya saja ini bedanya bukan mobil, tapi barang yang terlalu banyak sementara kita tak punya gudang.
Barang menumpuk sementara ruang tinggal tak pernah bertambah. Bukan hanya keluarga kecil atau pekerja urban yang merasakan hal ini, tetapi juga para pelaku UMKM rumahan.
Stok barang yang seharusnya mendukung bisnis justru sering memakan ruang besar di rumah; kardus inventaris memenuhi ruang tamu, dokumen penting menumpuk di sudut kamar, dan peralatan usaha bercampur dengan barang pribadi.
Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan berkembang bukan karena kurang modal, melainkan karena ruang mereka sudah tidak mampu menampung kegiatan operasional.
Baca juga: Menkeu Purbaya Tolak Legalisasi Thrifting: Barang Masuk Ilegal, Saya Berhentiin
Hunian modern yang kompak membuat masalah ini semakin nyata. Di apartemen maupun rumah kecil, barang yang jarang dipakai—seperti perlengkapan hobi, perabot lama, hingga arsip bisnis—cepat sekali memenuhi ruangan. Ketika tumpukan itu semakin besar, rumah tak lagi menjadi tempat untuk beristirahat.
Situasi itulah yang mendorong hadirnya bisnis 'digudang', layanan penyimpanan modern yang menawarkan ruang ekstra tanpa perlu pindah rumah atau mencari tempat usaha baru.
Didirikan oleh PT Mega Manunggal Property Tbk (MMP) dan Astra Property yang berpengalaman bertahun-tahun di industri properti dan logistik, konsep ini memungkinkan siapa pun—individu maupun UMKM—menyimpan barang secara aman, bersih, dan mudah diakses. Dari koleksi pribadi hingga inventaris bisnis, semuanya dapat ditempatkan di ruang yang memang dirancang khusus agar tidak mengganggu area hidup sehari-hari.
Lokasinya berada di titik strategis Jakarta, dekat akses tol dan Bandara Halim, sehingga memudahkan proses drop-off maupun pengambilan barang.
Banyak pelaku UMKM memanfaatkannya sebagai gudang mini untuk menyimpan stok secara terorganisir, memungkinkan mereka mempertahankan kualitas barang, mengelola inventaris lebih rapi, dan bekerja tanpa sesak di rumah.
Baca juga: Filipina Jadi Lahan Bisnis Baru Perusahaan Besar Indonesia, Kok BIsa?
Sementara bagi individu yang kesulitan mengatur ruang, keberadaan penyimpanan eksternal seperti ini membuat hunian kembali lega dan nyaman ditempati.
Pengalaman penyimpanan dirancang modern dan praktis. Pemesanan hingga akses unit dilakukan secara digital, keamanan dipantau 24 jam, dan area loading sangat memudahkan proses keluar-masuk barang. Penyimpanan tidak lagi terasa seperti gudang tradisional, tetapi bagian dari gaya hidup urban yang mengandalkan efisiensi dan fleksibilitas.
Sebagaimana disampaikan oleh Irwanto Maruhum, Chief Marketing and Business Development Officer, konsep ini lahir dari kebutuhan nyata masyarakat kota.
“Dengan pengalaman puluhan tahun menyediakan gudang untuk industri, saat ini digudang hadir untuk memenuhi kebutuhan individual yang lebih personal dan profesional. digudang hadir dengan customer experience yang praktis dan mudah diakses, booking juga bisa melalui online dan pembayaran yang terintegrasi. Customer juga fleksibel untuk sewa sesuai dengan kebutuhan, bisa untuk kebutuhan pribadi (hustlers, expatriate, renovasi rumah) atau bisnis (UMKM, online shopper)."
"Lokasinya yang pastinya strategis di titik 0 Jakarta, diapit 3 akses tol, dekat dengan Bandara Halim dan tidak perlu khawatir soal keamanannya, security dan CCTV kami 24/7. digudang percaya akan memberikan pengalaman penyimpanan barang yang menyenangkan untuk setiap calon customer.”
Lewat layanan seperti ini, baik individu maupun pelaku UMKM akhirnya punya ruang tambahan yang aman tanpa harus mengorbankan kenyamanan rumah atau memperbesar biaya operasional. Rumah kembali terasa lega, bisnis jadi lebih teratur, dan barang-barang penting tetap tersimpan di tempat yang tep
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release