Selasa, 18 NOVEMBER 2025 • 15:20 WIB

Dorong UMKM Tembus Ekspor, Mendag Budi Santoso Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian

Author

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (kedua kiri) saat mengunjungi Namira Ecoprint di Surabaya, Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Moch Asim)

INDOZONE.ID - Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama lintas kementerian guna meningkatkan daya saing, kualitas, dan nilai ekspor produk UMKM.

"Kami berkoordinasi untuk memperkuat daya saing UMKM melalui kolaborasi program-program yang ada, termasuk program UMKM BISA Ekspor," ujar Budi di Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Mendag yang akrab disapa Busan itu menjelaskan bahwa penguatan sinergi dilakukan salah satunya bersama Kementerian UMKM.

Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, serta menjaga keberlanjutan usaha.

"Dari sisi kebijakan, kedua kementerian terus menyinergikan perspektif kebijakan yang berpihak dan mendukung pertumbuhan UMKM," katanya.

Baca juga: Tak Lagi Dimusnahkan! Ini Alasan Pakaian Impor Ilegal Akan Dijadikan Bahan Baku UMKM

Dalam pertemuan bersama Kementerian UMKM, kedua pihak juga membahas isu penguatan produk lokal sekaligus tindak lanjut atas maraknya peredaran pakaian bekas impor dan barang tanpa label yang dinilai mengganggu pelaku UMKM.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa hingga 17 November 2025, telah terdaftar sekitar 1.300 merek lokal dari kategori pakaian, sepatu, aksesori, dan produk lainnya untuk menjadi substitusi barang impor ilegal.

Produk-produk lokal ini dipersiapkan sebagai alternatif bagi para pedagang pakaian bekas impor agar beralih menjual produk dalam negeri yang berkualitas.

"Isu besar yang kami bahas adalah optimalisasi pemberdayaan UMKM dan perlindungan terhadap pelaku usaha lokal. Alhamdulillah, Kemendag sejak awal sangat peduli untuk mendukung UMKM," ujar Maman.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat.

Baca juga: Mendag Busan: Kolaborasi dengan E-commerce, Kunci Perluas Pasar UMKM

"Dengan komunikasi dan intensifikasi koordinasi ini, kami ingin UMKM tumbuh lebih cepat, lebih kuat, dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ucapnya.

Kedua kementerian akan menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan mendetailkan skema perlindungan produk lokal melalui tim teknis.

Langkah-langkah itu mencakup penguatan rantai pasok UMKM hingga penataan model bisnis pedagang pakaian bekas agar dapat beralih ke produk domestik.

"Hal yang terpenting adalah kita harus melindungi produsen dan pelaku ekonomi domestik. Kebijakan kita harus berpihak, adil, dan memberikan solusi terbaik bagi semua," kata Maman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU