Jumat, 07 NOVEMBER 2025 • 14:39 WIB

5 Kesalahan Pemula Saat Mulai Usaha Katering

Author

Ilustrasi bisnis katering (freepik.) 

INDOZONE.ID - Mulai usaha katering terdengar seru: bisa bikin makanan enak, bertemu banyak orang, dan siapa tahu bisa jadi bisnis yang gede. 

Tapi jangan salah, banyak pemula yang terjun langsung tanpa persiapan dan akhirnya nyangkut di masalah-masalah yang sebetulnya bisa dihindari. 

Di artikel ini, kita bakal bahas 5 kesalahan pemula saat mulai usaha katering supaya kamu bisa belajar dari pengalaman orang lain dan langkah awalmu lebih mulus.

1. Tidak Buat Rencana Bisnis yang Jelas

Ilustrasi bisnis katering (freepik.)

Kesalahan pertama yang sering banget dilakukan pemula: langsung gas tanpa rencana yang matang. 

Baca juga: Blackstone Malaysia Lirik Sabang Jadi Hub Bunkering Internasional, Datin Seri Vie Shantie: Potensinya Luar Biasa

Padahal, bikin rencana bisnis itu penting banget supaya usaha kateringmu punya arah dan nggak cuma jalan-jalan doang.

Menurut artikel dari Marketing Food Online, rencana bisnis harus mencakup mulai dari sumber bahan, strategi pemasaran, estimasi biaya, sampai proyeksi pertumbuhan.

Contohnya, kamu harus jelas dari mana bahan baku akan datang, berapa harga jualnya, dan siapa target marketmu, apakah untuk wedding, event kantor, atau usaha kecil-kecilan. 

Kalau nggak tahu, gampang banget uang bocor dan kamu kehilangan kontrol.

Langkah praktisnya: bikin satu dokumen sederhana yang mencakup menu & paket layanan, target pasar, estimasi biaya awal, strategi promosi, dan target penjualan bulanan. 

Baca juga: Akademisi NTT Nilai Arah Kebijakan Energi Nasional Tanah Air Saat Ini Sudah Tepat

Dengan begitu, kamu punya panduan jelas untuk memulai usaha tanpa asal-asalan.

2. Meremehkan Biaya Operasional dan Persiapan

Kesalahan kedua yang sering terjadi: banyak pemula mikir, “Ah, modal sedikit aja cukup.” Padahal di dunia katering, banyak biaya tersembunyi yang bisa bikin kantong jebol. 

Mulai dari peralatan dapur, lisensi kesehatan, pengiriman, staf tambahan, sampai transportasi dan lain-lain.

Kalau kamu meremehkan biaya operasional, margin keuntungan bisa tipis banget, bahkan bisa minus. 

Misalnya, kamu dikontrak untuk event besar, habis bayar staf dan bahan, tapi lupa masukin biaya tambahan seperti overtime, tambahan porsi tamu dadakan, atau sewa venue.

Tipsnya: hitung semua biaya, termasuk yang nggak langsung kelihatan, sebelum buka usaha. 

Jangan lupa sisakan dana darurat untuk situasi tak terduga supaya usaha tetap aman.

Baca juga: Pengembangan TOD di Medan Satria Diproyeksikan Dorong Nilai Ekonomi dan Kualitas Hidup

3. Kurang Banyak Staf atau Staf Kurang Terlatih

Ilustrasi bisnis katering (freepik.)

Kesalahan ketiga: menganggap usaha katering cuma soal masak dan antar makanan. 

Padahal, ada banyak hal lain yang nggak kalah penting, pelayanan, setup, breakdown, dan pengaturan waktu.

Banyak pemula salah di sini: staf terlalu sedikit atau nggak cukup terlatih. 

Contohnya, artikel dari Posist menyebut salah satu kesalahan besar adalah tidak cukup staf untuk event.

Kalau staf kelelahan atau jumlahnya kurang, bisa bikin pelayanan buruk: tamu nunggu lama, makanan tersaji dingin, atau nggak siap tepat waktu. 

Serius deh, ini bisa bikin reputasi usaha hancur.

Baca juga: Lifting Migas Tembus 608 Ribu Barel per Hari, Swasembada Energi RI Cerah

Solusinya: buat SOP (standar operasional prosedur) untuk setiap event, latih staf lewat simulasi, dan siapkan cadangan staf kalau ada yang mendadak nggak bisa hadir. 

Dengan begitu, event tetap berjalan mulus dan pelanggan puas.

4. Menu Terlalu Rumit dan Tidak Memperhatikan Kebutuhan Khusus Tamu

Bikin menu terlalu panjang atau terlalu banyak pilihan. Banyak pemula ngira makin banyak opsi makin oke, padahal justru memperumit persiapan dan pengaturan. 

Artikel dari Evebot juga menyebut “over-complicating menus” sebagai salah satu kesalahan besar dalam katering event.

Selain itu, kebutuhan khusus tamu, kayak vegan, alergi, atau gluten-free sering diabaikan. 

Kalau tamu merasa diabaikan, acara bisa jadi cerita buruk, bukan testimonial bagus untuk usaha kamu.

Baca juga: Presiden Prabowo Minta UMKM Siapkan Produk Pengganti Thrifting, Apa Itu?

Tipsnya: buat menu signature dengan 3–5 pilihan unggulan, dan selalu sediakan opsi untuk kebutuhan khusus. 

Jangan lupa, di kontrak atau formulir klien, tanyakan tentang alergi dan preferensi makanan supaya semuanya aman dan tamu puas.

5. Pemasaran dan Branding yang Terlupakan

Ilustrasi bisnis katering (freepik.)

Cuma fokus masak dan layanan, tapi lupa mempromosikan usaha. Banyak pemula katering lupa bahwa orang harus tahu kalau mereka ada! 

Menurut Maigro Media, kesalahan pemasaran di sosial media yang sering dilakukan bisnis katering antara lain posting nggak konsisten, visual kurang menarik, dan engagement rendah.

Di era digital ini, kalau branding dan online presence lemah, kamu bakal kalah cepat dari kompetitor yang lebih siap di media sosial, review pelanggan, atau Google Maps.

Baca juga: Perkuat Kolaborasi dengan Industri Lokal, IKEA Jembatani Peluang Ekspor Produk Made in Indonesia

Tipsnya: buat akun Instagram/Facebook khusus usaha, posting foto makanan dengan pencahayaan bagus, bagikan testimoni klien, dan gunakan hashtag lokal seperti #kateringJakarta atau #kateringDepok. 

Jangan lupa minta klien memberi review di Google atau platform lain supaya reputasi online-mu makin kuat.

Kalau kelima kesalahan ini kamu atasi sejak awal, peluang sukses di bisnis katering bakal jauh lebih besar. 

Semoga artikel ini bisa bantu kamu menjalankan usaha katering dengan lebih smart, terencana, dan tentu saja tidak asal-asalan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berbagai Sumber

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU