Cina Setujui Transfer TikTok ke Amerika Serikat, Kepemilikan ByteDance akan Kurang dari 20 Persen
INDOZONE.ID - Cina dikabarkan telah menyetujui kesepakatan transfer TikTok ke Amerika Serikat.
Persetujuan tersebut dicapai di sela pertemuan KTT ASEAN yang dihelat di Singapura 26-28 Oktober 2025 lalu.
"Saya mengharapkan tindaklanjutnya dalam beberapa pekan atau bulan mendatang, dan akhirnya kita mencapai resolusi itu," kata Sekertaris Departemen Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent.
Operasional Tiktok di Amerika Serikat terganjal regulasi yang diloloskan Kongres Amerika. TikTok bahkan sempat diblokir pada Januari lalu, meski kemudian aksesnya dibuka kembali.
Baca juga: Brand Ace Hardware Come Back ke Indonesia, AZKO: Kompetisi Itu Wajar dalam Bisnis
Beleid itu memerintahkan pemilik TikTok menjual sebagian sahamnya ke Amerika.
Sejak aturan itu diteken, Tiktok masih punya 170 juta pengguna di Negeri Paman Sam.
Amerika menganggap operasional TikTok sebagai ancaman bagi keamanan nasional.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memerintahkan algortima TikTok dikelola oleh perusahaan keamanan yang ditunjuk sebagai mitra pemerintah. Selanjutnya operasional algoritma akan berada di bawah kontrol joint venture.
TikTok dimiliki oleh ByteDance yang bermarkas di Cina. Bila kesepakatan terlaksana, ByteDance akan memiliki kurang dari 20 persen TikTok Amerika.
Di dalam kesepakatan itu, ByteDance akan punya kursi di satu dari tujuh direksi entitas baru yang akan dibentuk. Sementara itu akan ada enam direksi lain berasal dari Amerika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters