Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk Gregory S. Widjaja (Indozone/Rifqy Alief Abiyya)
INDOZONE.ID - Brand lama AZKO, yaitu Ace Hardware dikabarkan bakal balik Indonesia di bawah naungan perusahaan yang berbeda. Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk Gregory S. Widjaja merespon bahwa itu merupakan bagian dari kompetisi.
“Ya lagi-lagi namanya kompetisi ya, kami tentunya nggak bisa menghalangi bahwa brand lama kami dipakai oleh pemain retail lain di Indonesia, sesuatu yang bagian dari kompetisi yang harus kami jalani,” katanya.
Walaupun demikian, Gregory yakin dengan pengalamannya selama 30 tahun di bidang ini tetap jadi yang terdepan. Ia mengaku bakal ningkatin pengalaman belanja, kapasitas karyawan, hingga produk yang terus di-upgrade.
Baca juga: Ojek Online Dinilai Jadi Kontribusi Raksasa Bagi Ekonomi Digital
“Jadi secara itu sih kami nggak khawatir dengan kompetisi yang masuk menggunakan brand lama kami, karena AZKO akan naik level menjadi sesuatu yang lebih bagus,” kata Greogry.
Gak cuma siap menghadapi kompetitor dari brand lama, tapi AZKO juga siap menghadapi banyak kompetitor lainnya, termasuk toko online.
Dalam acara peresmian new concept AZKO Pondok Indah Mall, Gregory menyebut itu jadi biasa dalam dunia bisnis. Ia ngaku bahwa dirinya dan PT Aspirasi Hidup Indonesia selalu berhadapan dengan berbagai persaingan.
Baca juga: Tingkat Kepatuhan DHE Tembus 90 Persen, Pemerintah Siapkan Evaluasi Lanjutan
“Saya rasa itu wajar sih ya, maksudnya dari awal pun memang kita selalu ya kami lah di PT Aspirasi Hidup Indonesia selalu berhadapan lah dengan persaingan ya,” ujar Gregory.
“Dan tentunya persaingan itu membuat pemain lebih baik lah, lebih memperbaiki, ujung-ujungnya customer akan lebih merasakan,” sambungnya.
Menurutnya, persaingan itu pasti dengan berbagai macam toko retail di peralatan rumah tangga itu pasti ada. Apalagi ditambah persaingan dengan banyaknya toko online.
Baca juga: Perkara Kredit PT Sritex, Kejagung Periksa Dirut PT Rayon Utama Makmur Tahun 2014
“Online-online semua budaya ini salah satunya tentunya masih inget waktu pandemi, toko-toko gak bisa buka gitu kan, tiba-tiba orang semua belanjanya online gitu ya, tiba-tiba online-nya sangat legit, itu semua kami rasakan lah,” jelasnya.
Gregory juga bilang bahwa timnya bakal lebih fokus untuk gimana caranya dekat dengan customer, sehingga bisa menawarkan pengalaman belajar lebih baik dari yang lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan