Minggu, 26 OKTOBER 2025 • 19:00 WIB

Rasio Elektrifikasi 99,83 Persen Dinilai Jadi Bukti Komitmen Pemerintah Wujudkan Keadilan Energi

Author

capaian rasio elektrifikasi nasional sebesar 99,83 persen dinilai jadi bukti komitmen pemerintah wujudkan keadilan energi. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

INDOZONE.ID - Pusat Kajian Ketahanan Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (Puskep UI) menilai capaian rasio elektrifikasi nasional sebesar 99,83 persen menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam memperluas akses energi ke seluruh pelosok negeri.

“Angka tersebut menunjukkan hampir seluruh rakyat Indonesia telah menikmati listrik, termasuk di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) seperti Nusa Tenggara, Maluku, Papua, dan perbatasan Kalimantan,” ujar Direktur Eksekutif Puskep UI, Ali Ahmudi, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (26/10/2025).

Ali menjelaskan, keberhasilan elektrifikasi nasional tidak terlepas dari penerapan teknologi baru dalam sistem ketenagalistrikan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid dan sistem microgrid, yang digunakan di pulau-pulau kecil yang belum terhubung jaringan utama.

“Langkah tersebut merupakan kemajuan penting yang perlu terus dikembangkan agar hasilnya lebih optimal,” katanya.

Baca juga: Akademisi dan Pakar Sepakat Indonesia Mampu Swasembada Energi, Begini Alasannya

Menurut Ali, teknologi tersebut menjadi solusi efektif menghadapi kendala geografis dan biaya tinggi pembangunan jaringan listrik di wilayah terpencil.

Pemerataan Akses Energi dan Dampak Sosial-Ekonomi

Puskep UI menilai pemerataan akses listrik di wilayah 3T menjadi tonggak penting dalam mewujudkan keadilan energi nasional. Akses listrik, kata Ali, membuka peluang kemajuan di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi lokal.

“Akses listrik memungkinkan peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi masyarakat di daerah yang sebelumnya tertinggal,” ujarnya.

Baca juga: Cara Dapat Diskon 50% Tambah Daya Listrik PLN di Hari Pelanggan Nasional 2025

Selain berdampak sosial, pemerataan elektrifikasi juga memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketimpangan antarwilayah, dan memperluas basis pengguna energi domestik yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah Percepat Transisi Energi dan Rasio 100 Persen

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa rasio elektrifikasi nasional saat ini telah mencapai 99,1 persen, sementara sisanya berada di wilayah dengan kondisi geografis ekstrem seperti pulau-pulau kecil dan kawasan pedalaman.

Untuk menjangkau daerah tersebut, pemerintah mempercepat pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan, termasuk proyek PLTS berkapasitas 100 gigawatt dan program listrik desa (Lisdes) yang telah menjangkau 10.068 lokasi dengan manfaat bagi lebih dari 1,2 juta pelanggan baru.

Selain itu, program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) hingga September 2025 telah menjangkau 155.429 rumah tangga.

“Pemerintah berkomitmen mempercepat capaian elektrifikasi hingga 100 persen sebagai wujud pemerataan energi bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Bahlil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU