Rabu, 17 SEPTEMBER 2025 • 08:20 WIB

Wamentan Dorong Sektor Pertanian Manfaatkan Optimal Dana Rp200 Triliun di Himbara

Author

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat bertemu dengan awak media (ANTARA)

INDOZONE.ID - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono berharap penempatan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di lima bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dapat memberikan stimulus bagi penguatan sektor pertanian dan pada gilirannya turut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami mendorong sektor pertanian untuk memanfaatkan seluas-luasnya (dana Rp200 triliun yang ditempatkan di lima bank Himbara). Kenapa? Karena pertanian itu sifatnya padat karya," kata Wamentan ditemui usai Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Rabu (17/9/2025).

Sudaryono menekankan bahwa sektor pertanian perlu memanfaatkan dana tersebut secara optimal, karena pertanian merupakan sektor yang banyak menyerap tenaga kerja.

Pertanian juga melibatkan masyarakat di berbagai daerah pedesaan, sehingga memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional.

Baca juga: Beniyanto Dorong BUMD dan Koperasi Kelola Tambang untuk Perkuat Ekonomi Daerah

Dia mengungkapkan bahwa dana tersebut penting agar tidak hanya mengendap di bank, tetapi benar-benar dimanfaatkan melalui kredit usaha rakyat, pembiayaan alat mesin pertanian, serta kebutuhan produktif lainnya bagi petani.

Sudaryono mengatakan pemanfaatan dana ini akan mendorong perputaran ekonomi di desa-desa, kabupaten, hingga wilayah terpencil, lantaran mayoritas aktivitas pertanian berada jauh dari pusat perkotaan.

Ia menilai kebijakan Kementerian Keuangan yang menyalurkan dana sebesar Rp200 triliun ke bank-bank Himbara, adalah langkah strategis untuk menguatkan sektor produksi dan sekaligus membuka peluang besar bagi pengembangan pertanian dan UMKM.

Dengan sifatnya yang padat karya, pertanian diyakini mampu memberikan dampak yang luas bagi ekonomi, karena uang yang sama dapat melibatkan banyak orang sekaligus membuka peluang kerja di berbagai daerah.

Wamentan menekankan komitmennya untuk mendorong agar dana tersebut dimanfaatkan optimal bagi sektor pertanian, demi menjadikannya sektor prioritas yang berperan penting dalam ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Saya kira kami mendorong itu, supaya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk UMKM dan juga khususnya di sektor pertanian. Karena sektor pertanian itu sektor produksi, penting, prioritas dan juga padat karya. Jadi banyak yang bisa terlibat di situ," imbuh Wamentan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyatakan bahwa injeksi dana pemerintah sebesar Rp200 triliun kepada lima bank anggota Himbara, diperkirakan akan mulai memberikan dampak positif pada sektor riil dalam kurun waktu sekitar satu bulan dengan penyerapan yang efektif.

Dana tersebut disalurkan melalui kredit kepada pelaku usaha, khususnya di sektor industri riil.

Baca juga: Menko Airlangga Sebut 10 Persen Lulusan Baru Bisa Langsung Kerja Lewat Program Magang

Purbaya menyebutkan bahwa skema penempatan dana seperti ini telah diterapkan sebelumnya, saat pandemi COVID-19 melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Dia pun berpendapat bank selama ini cenderung nyaman dengan keuntungan dari "spread" bunga. Namun dengan dana tambahan Rp200 triliun, persaingan akan membuat bank mencari proyek dengan imbal hasil terbaik.

Menkeu juga memastikan kebijakan tersebut tidak akan menimbulkan inflasi berlebihan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU