Ilustrasi perkebunan sawit. (Freepik)
INDOZONE.ID - Sebagai salah satu pilar utama devisa negara, industri kelapa sawit menghadapi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara produktivitas ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, diperlukan penguasaan kompetensi yang mumpuni di seluruh lini rantai pasok, mulai dari pengelolaan kebun hingga hilirisasi produk.
Dalam konteks ini, pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor kunci dalam mewujudkan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.
Baca juga: Indonesia Perlu Perkuat Diplomasi dan Produktivitas Sawit
Upaya memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) menjadi penentu utama bagi masa depan industri sawit Indonesia yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.
Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung, memaparkan bahwa pengembangan SDM harus bisa mengatasi berbagai tantangan industri kelapa sawit yang semakin kompleks.
Pengembangan SDM juga ikut berperan aktif dalam menciptakan sistem industri kelapa sawit yang berkelanjutan.
Tungkot Sipayung menambahkan bahwa pengembangan SDM kelapa sawit perlu mencakup aspek kualitas, keragaman keterampilan, serta ketersediaan tenaga kerja yang memadai.
"Selain meningkatkan kualitas SDM saat ini, pengembangan tersebut harus mampu memenuhi kebutuhan industri kelapa sawit pada masa mendatang," katanya di Jakarta.
Menurut Tungkot, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memiliki peran strategis dalam pengembangan SDM melalui penyediaan beasiswa pendidikan sarjana untuk anak-anak petani sawit dengan berbagai bidang keahlian.
Pengembangan SDM sawit tersebut dikelola oleh BPDP bersama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.
"Sejak awal berdiri BPDP telah mempersiapkan SDM industri sawit melalui penyediaan beasiswa pendidikan sarjana untuk anak- anak petani sawit. Program ini merupakan suatu reinvestasi dana pungutan ekspor," ujarnya.
Ia mendorong BPDP untuk memperluas program pengembangan SDM kelapa sawit guna menjawab kebutuhan industri yang semakin kompleks.
Memasuki tahun 2026, BPDP mematok target ambisius dengan kuota beasiswa bagi 5.000 mahasiswa baru, yang difokuskan pada penguasaan kompetensi teknis serta adopsi teknologi perkebunan terkini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan