Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 13 JANUARI 2026 • 10:00 WIB

RDMP Kilang Balikpapan Pangkas Impor Bensin 5,8 Juta KL, Perkuat Kedaulatan Energi RI

RDMP Kilang Balikpapan Pangkas Impor Bensin 5,8 Juta KL, Perkuat Kedaulatan Energi RIPresiden Prabowo Subianto saat meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit (RU) V Balikpapan, Kalimantan Timur. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

INDOZONE.ID - Pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat kemandirian dan kedaulatan energi nasional melalui pengembangan kilang minyak, salah satunya lewat proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Proyek ini dinilai mampu memangkas impor bensin hingga 5,8 juta kiloliter (KL) per tahun, sekaligus menghasilkan BBM berstandar emisi Euro 5 yang lebih ramah lingkungan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan, kebutuhan bensin nasional saat ini mencapai sekitar 38,5 juta KL per tahun, sementara produksi dalam negeri baru sekitar 14,27 juta KL. 

Kebutuhan itu terdiri atas bensin RON 90 sekitar 28,9 juta KL, RON 92 sebesar 8,7 juta KL, serta RON 95 dan RON 98 sekitar 650 ribu KL per tahun.

Melalui optimalisasi RDMP Kilang Balikpapan, produksi bensin dengan nilai oktan di atas RON 90 dapat ditingkatkan hingga 5,8 juta KL per tahun. 

Baca juga: Pemerintah Pastikan Tak Ada Impor Beras dan Gula Konsumsi pada 2026

Dengan tambahan itu, impor bensin nasional dapat ditekan sehingga tersisa sekitar 19 juta KL per tahun, dan impor bensin RON 92, RON 95, serta RON 98 dapat dikurangi hingga sekitar 3,6 juta KL per tahun.

“Ke depan, melalui penerapan E10 kita bisa menghemat impor sampai 3,9 juta KL per tahun, dan dengan pengembangan kilang selanjutnya kita menargetkan dapat menghentikan impor bensin RON 92, 95, dan 98 serta mengurangi impor RON 90,” kata Bahlil dikutip Selasa (13/1/2026).

Ia menegaskan, penguatan dan pengembangan kilang merupakan amanat konstitusi sebagaimana Pasal 33 UUD 1945, bahwa cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. 

Karena itu, peningkatan kapasitas kilang menjadi bagian dari tanggung jawab negara untuk menjamin ketersediaan pasokan energi bagi masyarakat.

RDMP Balikpapan dilengkapi fasilitas utama berupa Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Melalui CDU sebagai jantung kilang, kapasitas pengolahan meningkat dari semula 260 ribu barel menjadi 360 ribu barel minyak per hari. Sementara RFCC memungkinkan pengolahan residu menjadi produk bernilai tinggi. 

Proyek ini juga terintegrasi dengan dua tangki penyimpanan raksasa di Lawe-lawe berkapasitas total dua juta barel, serta Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu kiloliter yang menopang distribusi BBM ke Indonesia bagian timur.

“Yang sekarang kualitasnya sangat bagus, sudah menuju setara Euro 5 dan mengarah ke net zero emission,” ujar Bahlil.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menambahkan, Infrastruktur Energi Terintegrasi RDMP Pertamina Balikpapan, yang merupakan kilang minyak terbesar di Indonesia, menjadi tonggak penting dalam ketahanan dan kedaulatan energi nasional karena mampu memproduksi BBM berstandar emisi Euro 5. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

RDMP Kilang Balikpapan Pangkas Impor Bensin 5,8 Juta KL, Perkuat Kedaulatan Energi RI

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!