Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi Titiek Soeharto. (ANTARA/HO-KKP) (ANTARA/HO-KKP)
INDOZONE.ID - DPR RI mendorong pengembangan budi daya perikanan terintegrasi berbasis teknologi digital dalam upaya meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kesejahteraan nelayan serta pelaku usaha di sektor tersebut.
"Pentingnya digitalisasi budi daya (perikanan) melalui integrasi teknologi seperti 'Internet of Things', 'artificial intelligence', dan 'data analytics'," kata Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Rabu (9/7/2025).
Titiek mengunjungi Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) dan Balai Pelatihan dan Pendidikan Aparatur (BPPA) yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM KP (BPPSDM KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Dia hadir untuk memantau langsung implementasi program Smart Fisheries Village (SFV) Garden BRPI, sebuah inisiatif kolaboratif yang memadukan riset, teknologi, pelatihan, dan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.
Baca juga: Kemenperin Usulkan Anggaran Rp3,984 Triliun Guna Mendukung Program Prioritas Industri Nasional
Menurut Titiek, program tersebut dapat memberikan solusi konkret dalam meningkatkan efisiensi usaha hingga menekan biaya produksi perikanan budi daya.
Untuk memajukan budi daya penting adanya kemitraan, pendidikan vokasi, dan perluasan akses permodalan dari hulu ke hilir.
Kelompok budi daya perikanan juga bisa terus menyebarluaskan ilmu mereka, kata Titiek. Dirinya mengapresiasi semangat para pembudidaya dan mendorong replikasi SFV ke berbagai daerah lain.
"Jangan berhenti di sini. Sebarkan manfaatnya ke masyarakat perikanan lain, agar dampaknya makin luas. SFV bukan sekadar program, tapi bagian dari terobosan menuju masa depan ekonomi biru,” kata Titiek.
Kepala BPPSDMKP KKP I Nyoman Radiarta menjelaskan program SFV memang memadukan inovasi teknologi, pelatihan berbasis kebutuhan lapangan, serta pemberian bantuan langsung kepada pembudidaya perikanan.
Baca juga: Donald Trump Naikkan Tarif Ekspor 32 Persen untuk Indonesia Mulai 1 Agustus 2025
"Ini bukti nyata kolaborasi lintas sektor. Dukungan DPR dan pemerintah daerah menjadi penggerak penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya," ujar Nyoman.
Ia menyampaikan bahwa BRPI merupakan balai unggulan dalam menghasilkan benih ikan air tawar berkualitas.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menambahkan, perlu ada dukungan penuh kepada BRPI guna memulihkan ekosistem dan memperkuat budi daya berbasis lokal, mengingat terjadi penurunan populasi ikan endemik air tawar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA