INDOZONE.ID - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menyatakan, dibutuhkan total investasi senilai Rp8.297,8 triliun untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 6,3 persen pada tahun 2026.
"Berdasarkan exercise yang dilakukan oleh Bappenas untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 persen pada tahun 2026, total investasi yang dibutuhkan diperkirakan sebesar Rp8.297,8 triliun," ujar Rachmat dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Dari total kebutuhan investasi tersebut, porsi terbesar diharapkan datang dari investasi swasta, yaitu sebesar Rp7.467,1 triliun atau hampir 90 persen (89,99 persen).
Selanjutnya, investasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan menyumbang Rp480,8 triliun (5,79 persen), dan sisanya berasal dari investasi pemerintah sebesar Rp349,91 triliun (4,22 persen).
Baca juga: Presiden Prabowo Resmikan Wisma Danantara, Rumah Besar Pengelolaan Investasi Negara
Dengan keterbatasan anggaran pemerintah, peran investasi BUMN dan swasta dinilai menjadi sangat penting dan strategis.
Oleh karena itu, kebijakan investasi ke depan akan difokuskan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta menarik keterlibatan BUMN dan swasta dalam proyek-proyek bernilai tambah tinggi.
"Kami menekankan kembali pentingnya sinkronisasi perencanaan dan penganggaran serta keberpihakan kepada investasi produktif, terutama di sektor pertanian, energi, energi terbarukan, manufaktur, dan ekonomi digital," tegas Menteri PPN.
Baca juga: Danantara Ingin Belajar Investasi Dari Pemerintah Korea Lewat Kpop dan Drakor
Ini menunjukkan fokus pemerintah pada sektor-sektor kunci yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga sempat menerangkan bahwa salah satu andalan pemerintah untuk menarik investasi domestik maupun luar negeri adalah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Investasi dari Danantara yang difokuskan pada sektor strategis dan bernilai tambah tinggi diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap target investasi pemerintah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA