Selasa, 23 DESEMBER 2025 • 09:40 WIB

Mendag Pastikan Kerja Sama Indonesia-EAEU FTA Bakal Berpihak ke UMKM

Author

Menteri Perdagangan RI Budi Santoso (ANTARA)

INDOZONE.ID - Menteri Pedagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, memastikan bahwa Persetujuan Perdagangan Bebas Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia-EAEU FTA) akan berpihak ke UMKM.

Budi mengatakan, Indonesia-EAEU FTA dapat menghadirkan banyak peluang bisnis. Sebab itulah, ia juga mendorong para eksportir buat memanfaatkan perjanjian tersebut dengan maksimal.

“Persetujuan ini akan memberikan kepastian kerangka hukum dan transparansi bagi dunia usaha, sehingga iklim perdagangan menjadi lebih dapat diprediksi dan kondusif,” ujar Budi Santoso.

Selain itu, Pemerintah Indonesia akan memastikan implementasi persetujuan ini berjalan efektif, transparan, dan berpihak pada dunia usaha dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” sambungnya.

Baca juga: Danantara dan PLN Gaspol Investasi, Indonesia Siap Swasembada Energi?

Peluang ke pasar Uni Ekonomi Eurasia yang semakin terbuka, diharapkan jadi daya tarik buat para pelaku usaha di wilayah tersebut. Para importir bakal mudah memasukkan produk asal Indonesia ke wilayah tersebut.

Selain itu, Budi juga menegaskan, Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia sama-sama memandang kerja sama ekonomi ini merupakan pilar penting dalam mendorong kolaborasi berbagai bidang.

Bidang-bidang tersebut antara lain, pertanian, ekonomi digital, energi, logistik, transportasi, industri, dan pengembangan rantai nilai.

Selanjutnya, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, Djatmiko Bris Witjaksono juga mendorong pelaku usaha dan pemangku kebijakan terlibat. Ini untuk memastikan keberhasilan penerapan FTA, sehingga jadi manfaat ekonomi yang nyata.

Baca juga: Emas Galeri24 dan UBS Naik di Pegadaian

"Walaupun perundingan telah selesai, pekerjaan sebenarnya baru dimulai. Kolaborasi seluruh pihak dibutuhkan untuk memastikan bahwa FTA dengan Uni Ekonomi Eurasia dapat dimanfaatkan secara optimal dan berbagai tantangan implementasi dapat diatasi secara efektif," kata Djatmiko.

Sementara itu, Kepala Komisi Uni Ekonomi Eurasia, Bakytzhan Sagintayev, menyebut bahwa pertemuan ini banyak bahas isu strategis, mencakup perdagangan, logistik, dan lainnya sebagai penguatan kerja sama.

"Kami berharap, setelah perjanjian ini mulai diimplementasikan, perdagangan antara negara-negara kami dapat meningkat hingga dua kali lipat,” ujar Sagintayev.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU