INDOZONE.ID - Potensi dapur sebagai sumber penghasilan kini semakin terbuka lebar, terutama bagi perempuan yang ingin memulai usaha mandiri. Melihat peluang tersebut, POLYTRON bersama finalis MasterChef Indonesia Season 2, Chef Beng Budiarso, meluncurkan program pemberdayaan bertajuk “Bake It Happen” di Jakarta.
Program ini dirancang untuk mendorong perempuan berani memulai bisnis baking rumahan melalui workshop interaktif pembuatan Dessert Box Batik Cake, sekaligus memberikan pemahaman tentang pentingnya kreativitas dan dukungan teknologi dalam menghasilkan produk yang konsisten dan bernilai jual.
Tren bisnis roti dan kue rumahan sendiri menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Data Kementerian Koperasi mencatat sektor ini tumbuh hingga 10 persen setiap tahun dengan potensi pasar mencapai Rp14 triliun.
Di sisi lain, sekitar 64,5 persen UMKM di Indonesia digerakkan oleh perempuan, membuka peluang besar bagi pengembangan wirausaha berbasis rumah tangga.
Temuan riset POLYTRON bersama Populix bertajuk “UMKM Naik Level” juga menunjukkan bahwa 80 persen pelaku UMKM merupakan perintis, dengan 57 persen di antaranya terdorong oleh keinginan untuk mandiri secara finansial.
Baca juga: Bernilai Hingga Rp2 Triliun, Mendag Dorong UMKM dan Industri Dukung Kicau Mania
Meski peluang terbuka luas, memulai usaha baking dari rumah tetap memiliki tantangan. Dalam sesi workshop bertema “Cantik Tampilannya, Manis Bisnisnya,” Chef Beng mengungkap kendala yang kerap dihadapi pelaku usaha pemula.
"Tantangan terbesar bagi home baker pemula biasanya bukan sekadar resep, melainkan rasa percaya diri untuk mencapai konsistensi," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa banyak pelaku usaha pemula menghadapi masalah seperti hasil kue yang tidak merata hingga kesulitan menemukan keunikan produk di pasar.
"Membangun identitas produk itu penting, tetapi menjaga kualitas produk setiap kali baking adalah kuncinya. Di sinilah pemilihan peralatan yang tepat menjadi investasi awal yang sangat krusial. Alat yang kurang mumpuni seringkali membuat hasil baking tidak konsisten, yang ujung-ujungnya membuang bahan baku dan merugikan secara modal," kata Chef Beng.
Untuk menjawab tantangan tersebut, POLYTRON menghadirkan oven listrik yang dirancang mendukung kebutuhan produksi rumahan. Sejumlah fitur disiapkan untuk memastikan hasil baking lebih konsisten dan efisien.
Baca juga: Bapanas Kirim Alat Produksi ke UMKM Singkong, Siap Dukung Ketahanan Pangan
Fitur pengaturan pemanas atas dan bawah memungkinkan kontrol suhu lebih presisi, sementara teknologi convection membantu distribusi panas lebih merata. Selain itu, fitur Stay On Mode memudahkan proses memanggang dalam durasi panjang tanpa harus mengatur ulang timer.
Bagi pelaku usaha roti, tersedia juga fitur Fermentation Mode untuk membantu proses pengembangan adonan secara optimal, serta konsumsi daya yang dirancang lebih hemat untuk menjaga biaya operasional tetap efisien.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release