Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 10 SEPTEMBER 2025 • 17:01 WIB

Dari Bandung untuk Indonesia: Cerita Kintakun dan Alamme dalam Menerapkan ESG di UMKM

Dari Bandung untuk Indonesia: Cerita Kintakun dan Alamme dalam Menerapkan ESG di UMKMUMKM asal Bandung. (Handout)

INDOZONE.ID - Prinsip Environmental, Social, dan Governance (ESG) kini menjadi bagian penting dalam membangun bisnis yang berkelanjutan. Bukan hanya untuk perusahaan besar, ESG juga relevan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang berperan besar dalam perekonomian nasional—menyumbang lebih dari 60% PDB dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja di Indonesia.

Maka, penerapan ESG di sektor ini dinilai dapat membawa dampak signifikan, baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

Kintakun: Mengintegrasikan ESG dalam Tata Kelola

Sejak berdiri pada 2005 di Bandung, Kintakun telah berkembang dari produsen sprei menjadi salah satu pemain industri perlengkapan rumah tangga. Popularitasnya turut didorong oleh strategi promosi dan kolaborasi dengan berbagai figur dan brand.

Baca juga: Olahan Pisang Jadi Ladang Cuan UMKM Kota Parepare

Pada 2022, Kintakun menjalani asesmen ESG dan mulai menerapkan sejumlah perbaikan, seperti penyusunan SOP baru, peningkatan keselamatan kerja, dan sistem pelaporan pelanggaran (whistleblower). Rekomendasi lain yang dijalankan mencakup efisiensi energi, pengelolaan limbah tekstil, serta keterlibatan sosial dalam rantai pasok.

Dalam tiga tahun terakhir, Kintakun menunjukkan perubahan bertahap menuju praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab—baik dalam tata kelola internal maupun hubungan dengan mitra dan pemasok.

"Sebagai perusahaan garmen, kami terus berupaya menciptakan dampak ekonomi yang positif tanpa mengabaikan kesejahteraan pekerja," kata Dwi Harto, CEO Kintakun.

Alamme: Usaha Herbal dengan Pendekatan Keberlanjutan

Alamme, brand kesehatan berbasis herbal yang didirikan pada 2023 oleh Danang Satria, menerapkan prinsip keberlanjutan sejak awal. Produk seperti black garlic, natural juice, dan pure raw honey diproduksi dengan bahan alami, serta melibatkan petani dan peternak lokal sebagai mitra.

Upaya untuk mengelola limbah, membangun SOP terpadu, dan menyusun rencana keberlanjutan jangka panjang (BCP) menjadi bagian dari strategi operasional. Alamme juga berhasil meraih sejumlah sertifikasi, seperti Halal, BPOM, NKV, dan HACCP.

"Kami ingin membangun ekosistem yang tangguh dan inklusif, tidak hanya menjual produk," ujar Danang Satria.

Baca juga: Wakil Wali Kota Bandung Ingatkan Pentingnya Literasi Digital Bagi Pelajar

Bagi para pekerja, kejelasan prosedur kerja membantu meningkatkan rasa percaya diri dan tanggung jawab terhadap hasil kerja mereka.

Kolaborasi untuk Mendorong Praktik ESG di UMKM

Pengalaman Kintakun dan Alamme menunjukkan bahwa pendekatan ESG bisa diadaptasi oleh UMKM dengan karakter dan latar belakang bisnis yang berbeda. ESG tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko, tetapi juga membuka peluang akses ke pasar yang lebih luas.

Sebagai bagian dari ekosistem UMKM, Evermos turut mendampingi proses ini melalui pelatihan dan asesmen ESG tanpa biaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dari Bandung untuk Indonesia: Cerita Kintakun dan Alamme dalam Menerapkan ESG di UMKM

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!