Selasa, 30 JUNI 2026 • 17:15 WIB

1 dari 2 Gen Z Senang Simpan Uang di E-Wallet, Dipakai Buat Apa Saja?

Author

Ilustrasi e-wallet. (Freepik)

INDOZONE.ID - Bagi milenial dan gen z dompet digital alias e-wallet sering digunakan untuk mengatur keuangan sehari-hari. Mereka menggunakan e-wallet untuk menabung, membayar tagihan, hingga memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. 

Tren ini terlihat dari survei Jakpat 2026 yang menunjukkan bahwa 1 dari 2 Gen Z menyimpan uang mereka di e-wallet. 

Saldo e-wallet yang mereka kumpulkan itu kemudian dipakai untuk transfer uang, belanja online, pembayaran tagihan, transaksi di toko offline, pesan antar makanan, hingga layanan transportasi online

Perubahan perilaku ini juga tercermin dari pertumbuhan penggunaan OVO Nabung by Superbank. Hingga awal Mei 2026, jumlah penggunanya telah mencapai lebih dari 2,3 juta orang. 

Baca juga: Apa Itu Aset? Simak Definisi, Jenis, dan Contohnya

Angka ini menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap layanan keuangan digital, yang dianggap mudah dan membantu mereka mengelola saldo dan kebiasaan finansial sehari-hari.

Data OVO menunjukkan bahwa transaksi di gerai offline seperti restoran, minimarket, dan kebutuhan harian lainnya meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu. 

Sementara transaksi belanja online dan digital goods, seperti pembelian pulsa, paket data, dan layanan digital lainnya, tumbuh lebih dari dua kali lipat.

Tak hanya itu, aktivitas transfer ke sesama pengguna juga meningkat hampir dua kali lipat. 

Baca juga: Apa Saja Faktor Pendorong Perdagangan Internasional? Simak Ulasannya

Data tersebut mengindikasikan bahwa e-wallet kini telah digunakan untuk berbagai aktivitas finansial, bukan hanya sebagai alat pembayaran sesaat.

Di dalam ekosistem Grab, penggunaan e-wallet paling banyak ditemukan pada layanan ojek online, transportasi online, dan pesan makanan online. 

Ketiganya mencatat pertumbuhan transaksi lebih dari dua kali lipat dibandingkan Mei 2025. 

Menariknya, aktivitas transaksi tertinggi terjadi pada jam berangkat dan pulang kerja, terutama pukul 17.00 hingga 19.00 WIB, menunjukkan bahwa e-wallet semakin terintegrasi dengan mobilitas harian masyarakat perkotaan.

Baca juga: Industri Kreator dan Brand Makin Terkoneksi, Kolaborasi Jadi Penggerak Baru Ekonomi Digital

Secara demografis, kelompok usia 26-35 tahun menjadi pengguna dengan aktivitas transaksi tertinggi, diikuti oleh kelompok usia 18-25 tahun dan 36-45 tahun.

Sementara di luar ekosistem, transaksi didominasi oleh aktivitas top up dan belanja. Untuk transaksi offline, pengguna paling banyak memanfaatkan e-wallet untuk membeli makanan dan minuman, membayar tagihan, serta berbelanja kebutuhan pokok. 

Sedangkan pada transaksi online, penggunaan terbesar berasal dari pembelian paket data, transaksi e-commerce, dan pengisian saldo game.

Head of Strategy Integrated Marketing Communication OVO Asep Haekal menilai bahwa e-wallet saat ini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. 

Baca juga: OJK Sita 41 Aset Terkait Dugaan Korupsi Pembiayaan Di BPRS GP Medan

E-wallet tidak lagi digunakan untuk bertransaksi, tetapi juga dimanfaatkan untuk mengelola keuangan harian.

"Kami melihat penggunaan e-wallet kini semakin berkembang. Karenanya, kami ingin menghadirkan pengalaman finansial yang lebih relevan dengan rutinitas pengguna saat ini, yaitu praktis untuk bertransaksi, sekaligus memberikan manfaat tambahan dari saldo yang mereka miliki," ujarnya di sela acara bertajuk Kampanye Tau-Tau Untung di Jakarta, baru-baru ini.

Dalam kesempatan ini, Direktur Bisnis Superbank Sukiwan menambahkan, sejalan dengan data-data yang telah disebutkan, pertumbuhan transaksi e-wallet meningkat di berbagai lini. 

Fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana gaya hidup cashless semakin relevan di masyarakat Indonesia.

Baca juga: Siapa yang Termasuk MBR untuk Pengajuan Rumah Subsidi? Simak Ketentuannya

“Masyarakat semakin nyaman mengelola transaksi dan tabungan mereka dalam satu pengalaman yang terintegrasi. Bagi kami, ini bukan sekadar pertumbuhan pengguna, tetapi juga validasi bahwa inovasi rek-wallet memiliki relevansi yang kuat bagi masyarakat,” paparnya. 

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan saat bertransaksi dan mengelola keuangan melalui e-wallet. Sebab, masih banyak modus penipuan berkedok layanan digital atau transaksi e-wallet yang dapat merugikan jika tidak diwaspadai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU