INDOZONE.ID - Dunia investasi saham belakangan ini emang lagi hype banget di kalangan anak muda.
Banyak yang pengen coba peruntungan buat dapet passive income atau sekadar belajar mengelola keuangan biar nggak boncos terus.
Tapi jujur aja, pas baru masuk ke bursa saham, kita sering banget disuguhi istilah-istilah teknis yang bikin dahi mengernyit.
Biasanya orang bakal langsung belajar analisis fundamental buat cek kesehatan perusahaan atau analisis teknikal buat liat grafik harga.
Tapi taukah kamu kalau ada satu metode lagi yang nggak kalah ampuh tapi sering terlupakan.
Metode ini simpel banget logikanya dan sering jadi senjata rahasia para trader buat dapet cuan dalam waktu singkat. Penasaran nggak sih apa itu rahasianya.
Dilansir dari YouTube @Ngomongin Uang, yuk kita bedah strategi yang bisa bikin kamu makin jago baca pergerakan pasar!
Baca juga: Cara Menyiapkan Masa Pensiun Anti Ribet dengan Investasi Saham Blue Chip
Mengenal Fenomena Analisis Bandarmology di Bursa Indonesia
Kalau kamu tipe trader yang sukanya main cepat alias jual beli dalam jangka pendek, metode analisis bandarmology ini bakal jadi teman baik kamu.
Analisis ini sebenarnya sudah mulai populer di Indonesia sejak pertengahan tahun 2000-an.
Berbeda dengan fundamental yang fokus ke laporan keuangan perusahaan, bandarmology lebih fokus memantau aliran dana besar yang masuk dan keluar dari sebuah saham.
Logikanya, kalau ada uang gede masuk, harga pasti bakal terdorong naik. Sebaliknya, kalau uang gede itu ditarik keluar, harga siap-siap terjun bebas.
Jadi, analisis ini emang kurang cocok kalau kamu niatnya buat investasi jangka panjang puluhan tahun, tapi kalau buat trading harian atau mingguan, ini adalah ilmu wajib yang harus kamu kuasai biar nggak cuma jadi penonton pas harga saham terbang tinggi.
Memahami Logika Dasar Pembentukan Harga Saham
Sebelum kita bahas lebih jauh tentang siapa itu bandar, kita harus paham dulu gimana sih harga saham itu bisa naik turun tiap menitnya.
Jadi gini, harga saham itu terbentuk karena adanya transaksi antara pembeli dan penjual.
Pembeli pasti pengen dapet harga semurah mungkin, sedangkan penjual pengen lepas di harga semahal mungkin.
Ketika ada sekelompok pembeli yang agresif banget dan mau beli semua antrean jual di harga atas, saat itulah harga saham bakal bergerak naik.
Fenomena ini biasanya disebut dengan istilah hajar kanan atau haka. Begitu juga sebaliknya, kalau penjual lagi buru-buru pengen lepas barang dan jual di harga murah, harga saham bakal meluncur turun.
Dinamika tawar-menawar inilah yang bikin grafik di layar HP kamu selalu bergerak naik turun kayak roller coaster.
Siapa Sih Sebenarnya Sosok Bandar Saham itu
Nah, sekarang kita masuk ke pertanyaan sejuta umat yaitu bandar saham adalah siapa sebenarnya.
Di bursa saham, istilah bandar sering juga disebut sebagai big player atau market maker. Mereka ini bukan sosok misterius yang punya kekuatan magis ya.
Bandar saham adalah pihak yang punya modal super gede, saking gedenya sampai-sampai transaksi mereka bisa memengaruhi pembentukan harga di pasar.
Mereka bisa berupa individu yang emang tajir melintir atau institusi keuangan profesional kayak asset management.
Perlu diingat kalau mereka ini sebenarnya trader juga sama kayak kita, bedanya cuma di isi saldo rekeningnya aja yang nolnya banyak banget.
Karena modalnya yang jumbo, tiap kali mereka beli atau jual saham dalam jumlah besar, pasar pasti bakal langsung bereaksi.
Strategi Jitu Follow the Giant Buat Cari Cuan
Dalam dunia bandarmology, ada jargon yang sangat terkenal yaitu follow the giant atau ngekor sang raksasa. Logikanya sederhana banget.
Kalau kamu ngeliat ada bandar yang lagi borong saham tertentu secara besar-besaran, itu adalah sinyal hijau buat kita ikutan masuk.
Kenapa? Karena dengan modal segede itu, harga saham tersebut punya potensi besar buat merangkak naik.
Biasanya para big player ini nggak cuma belanja dalam sehari aja, mereka bisa akumulasi barang selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.
Kita sebagai trader ritel tinggal nebeng aja di pergerakan mereka. Pas mereka lagi belanja, kita ikutan beli.
Nanti pas sudah ada tanda-tanda mereka mau jualan buat ambil untung atau take profit, barulah kita ikutan kabur bareng mereka. Sesimpel itu konsepnya, tapi butuh ketelitian buat bacanya.
Baca juga: Memahami Prospektus: Kunci Utama Biar Nggak Salah Pilih Saham Pas IPO
Cara Mendeteksi Aktivitas Sang Raksasa di Balik Layar
Mungkin sekarang kamu mikir, gimana caranya kita tau kalau bandar lagi belanja. Ada dua cara yang bisa kamu lakukan.
Cara pertama agak ribet karena kamu harus mantau broker summary dan ngitung transaksi sekuritas satu-satu buat liat aliran modalnya.
Ini biasanya butuh waktu ekstra dan data yang lebih mendalam. Tapi jangan khawatir, buat kamu yang nggak mau pusing, ada cara kedua yang lebih praktis yaitu pakai indikator bandar detector yang sudah tersedia di platform analisis saham kekinian kayak stockbit.
Dengan alat ini, kamu bisa ngintip aktivitas para pemain besar ini secara real-time tanpa harus jadi ahli statistik dulu.
Kamu bisa liat kapan mereka mulai akumulasi alias kumpulin barang dan kapan mereka mulai distribusi alias jualan barang ke publik.
Memanfaatkan Indikator Bandar Movement Buat Baca Arah Harga
Salah satu fitur andalan yang bisa kamu pakai adalah bandar movement. Indikator ini kerjanya otomatis banget karena dia bakal ngitung volume saham dari tiga broker terbesar yang lagi aktif di saham tersebut.
Hasil hitungannya bakal dibentuk jadi sebuah grafik. Cara bacanya gampang kok. Kalau grafik bandar movement ini lagi nanjak ke atas, itu artinya para bandar lagi dominan melakukan pembelian atau akumulasi.
Biasanya, pergerakan harga saham itu sendiri bakal cenderung ngikutin arah grafik ini. Jadi kalau grafiknya naik, kemungkinan besar harga sahamnya juga bakal ikutan terbang sebentar lagi. Ini bisa jadi kompas buat kamu biar nggak salah arah pas mau entry ke sebuah saham.
Melihat Nilai Transaksi Lewat Fitur Bandar Value
Nggak cuma volume aja yang penting, nilai transaksinya juga harus kita perhatikan. Di sinilah kegunaan dari bandar value.
Indikator ini mendeteksi pergerakan tiga broker terbesar berdasarkan besaran nominal uang atau rupiah yang mereka transaksikan.
Sama kayak sebelumnya, makin besar nilai uang yang dikumpulkan oleh bandar, maka grafiknya bakal makin nanjak ke atas. Sebaliknya, kalau nilai penjualannya lebih besar, grafiknya bakal menukik ke bawah.
Dengan liat bandar value, kamu bisa tau apakah pergerakan harga yang terjadi itu emang didorong sama uang beneran dalam jumlah jumbo atau cuma sekadar transaksi kecil yang nggak berpengaruh banyak. Ini penting banget biar kamu nggak kejebak sama kenaikan harga palsu.
Menganalisis Volume Melalui Histogram Bandar Volume
Selain grafik garis, ada juga yang namanya bandar volume yang bentuknya kayak batang-batang atau histogram.
Tiap batang di sini mewakili hasil bersih pembelian atau penjualan dalam sehari. Cara liatnya simpel banget buat mata anak muda.
Kalau batangnya warna hijau dan tinggi-tinggi, itu tandanya lagi ada proses akumulasi gila-gilaan dari pihak bandar.
Tapi kalau sudah didominasi sama warna merah dan volumenya gede, kamu harus waspada karena itu artinya bandar lagi jualan alias distribusi barang ke para trader ritel.
Dengan mantau histogram ini tiap hari, kamu bisa dapet feeling yang lebih kuat kapan harus tetap pegang sahamnya dan kapan harus buru-buru lepas sebelum harganya ambruk.
Tips Mengombinasikan Berbagai Indikator Biar Makin Akurat
Biar analisis kamu makin paten dan nggak gampang goyah, sangat disarankan buat mengombinasikan semua indikator tadi secara barengan.
Jangan cuma liat satu indikator aja. Misalnya, kalau bandar movement naik, bandar value juga naik, dan histogram bandar volume nunjukin warna hijau pekat, itu adalah kombinasi maut yang nunjukin kalau saham tersebut emang lagi beneran diincar sama big player.
Dengan kombinasi ini, rasa percaya diri kamu pas klik tombol beli bakal jauh lebih tinggi.
Kamu jadi nggak gampang panik kalau harga cuma turun dikit, selama data nunjukin kalau bandar besarnya masih belum jualan. Ini yang namanya trading pake data, bukan pake perasaan doang.
Baca juga: Saham Gocap: Antara Jebakan, Peluang, dan Cara Main Aman Biar Tetap Cuan
Dunia saham emang penuh sama tantangan, tapi kalau kamu sudah paham kalau bandar saham adalah bagian dari ekosistem pasar, kamu bakal lebih tenang dalam bertransaksi.
Ingat ya, bandar itu bukan musuh yang harus ditakuti, tapi justru bisa jadi "pemandu" kita buat cari cuan kalau kita tau cara bacanya.
Dengan ilmu bandarmology ini, kamu sudah selangkah lebih maju dibanding trader lain yang cuma modal tebak-tebakan.
Tetap semangat buat terus belajar dan eksplorasi fitur-fitur analisis yang ada. Jangan lupa buat selalu update wawasan kamu soal dunia keuangan karena pergerakan uang itu emang nggak ada habisnya buat dibahas. Selamat berburu cuan dan semoga portofolio kamu makin hijau royo-royo!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube