Minggu, 05 APRIL 2026 • 16:25 WIB

Pupuk Indonesia Pimpin Asosiasi Pupuk ASEAN, Ini Tujuannya

Author

Pupuk Indonesia pimpin pembentukan SEAFA, asosiasi pupuk pertama ASEAN bersama Malaysia & Brunei. Deklarasi di Bali, 1 April 2026. (Dok. Pupuk Indonesia)

INDOZONE.ID - Pupuk Indonesia resmi menginisiasi pembentukan Southeast Asia Fertilizer Association (SEAFA) bersama Petronas Chemicals Group dari Malaysia dan Brunei Fertilizer Industries dari Brunei, pada 1 April 2026 di Bali.

SEAFA adalah asosiasi produsen pupuk pertama di Asia Tenggara, dengan Pupuk Indonesia sebagai Chairman pertama.

Asosiasi tersebut dibentuk sebagai merespons terhadap tekanan geopolitik global, terutama ketegangan di Timur Tengah yang berdampak langsung pada rantai pasok pupuk dan harga pangan di kawasan.

Deklarasi dilakukan dalam rangkaian Argus Fertilizer Asia Conference di Bali. Tiga negara pendiri sepakat bahwa kantor sekretariat utama SEAFA akan berlokasi di Brunei Darussalam, sementara posisi ketua akan bergilir setiap tahun.

Baca juga: Pupuk Indonesia Bangun Pabrik NPK Nitrat Pertama di Tanah Air, Negara Bisa Hemat Rp1 Triliun

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menjelaskan pembentukan asosiasi SEAFA. Kata dia, SEAFA bukan sekadar seremoni penandatanganan, melainkan sebuah langkah menuju pertumbuhan dan kemajuan jangka panjang bagi kawasan.

“Pembentukan SEAFA berangkat dari pemahaman sederhana bahwa tantangan dalam lanskap pertanian dan ketahanan pangan regional semakin kompleks. Menghadapi tantangan tersebut membutuhkan informasi yang lebih baik, kesadaran yang lebih tinggi serta rasa tanggung jawab bersama dari kita semua," ungkapnya.

Rahmad juga menegaskan urgensi kolaborasi di tengah volatilitas global.

"Seiring dinamika global yang terus berkembang, ditandai oleh rantai pasok yang volatil dan pergeseran kebutuhan energi yang berdampak pada sektor pertanian, penting bagi kita untuk terus bergerak adaptif," lanjutnya.

Kenapa Pupuk Penting bagi Ketahanan Pangan?

Pupuk bukan komoditas biasa. Tanpa pasokan pupuk yang stabil, produktivitas pertanian turun, dan dampaknya langsung terasa di harga pangan.

Di kawasan ASEAN yang masih sangat bergantung pada sektor agraris, gangguan rantai pasok pupuk bisa menjadi masalah yang jauh lebih besar dari yang terlihat di permukaan.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menekankan perlunya membangun relasi yang baik, bukan hanya kebutuhan sesaat.

“Pupuk ini bukan hanya urusan industri pupuk, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan pangan. Sehingga, kita tidak bisa (berjalan) sendiri-sendiri, kita harus kolaborasi (antar negara)," tuturnya.

Dalam jangka pendek, SEAFA diharapkan menjadi platform berbagi data, teknologi produksi, dan strategi penguatan rantai pasok antar anggota.

Jangka panjangnya, asosiasi ini terbuka untuk memperluas keanggotaan ke negara-negara ASEAN lain.

Agenda SEAFA juga mencakup pengembangan teknologi rendah karbon dan digitalisasi rantai pasok pupuk.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pupuk Indonesia

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU