Jumat, 03 APRIL 2026 • 08:07 WIB

Apa Itu Involution? Fenomena di Tiongkok dan Industri yang Terdampak

Author

Ilustrasi Involution. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Fenomena involution lagi ramai dibahas, terutama setelah Tiongkok mulai serius menangani dampak persaingan berlebihan di dalam negaranya.

Bahkan, pemerintahannya mendorong kampanye “anti-involusi” untuk menekan perang harga yang dinilai bisa merugikan ekonomi dalam jangka panjang.

Tapi sebenarnya, apa sih involution itu? Kenapa fenomena ini jadi perhatian global? Yuk, simak artikel berikut ini.

Baca juga: Apa Itu KPA? Ini Keuntungan dan Perbedaannya dengan KPR

Apa Itu Involution?

Secara sederhana, involution adalah kondisi ketika usaha atau kompetisi semakin keras, tapi hasilnya nggak ikut meningkat, bahkan bisa stagnan atau menurun.

Istilah ini berasal dari bahasa Latin yang artinya "berputar ke dalam". Konsepnya kemudian dipopulerkan oleh antropolog budaya Amerika, Clifford Geertz, melalui studinya tentang pertanian di Pulau Jawa pada tahun 1960-an.

Dalam konteks modern, terutama di Tiongkok, istilah ini dikenal sebagai “neijuan”. Anak muda di sana menggunakan istilah ini untuk menggambarkan kondisi hidup yang super kompetitif dan sering merugikan diri sendiri.

Kenapa Involution Jadi Masalah?

Baca juga: Mau KPR Disetujui Bank? Simak Apa Saja yang Perlu Dilakukan

Di Tiongkok, persaingan antar perusahaan sampai memicu beberapa hal seperti:

  • Perang harga besar-besaran
  • Margin keuntungan semakin tipis
  • Risiko deflasi (harga terus turun)
  • Tekanan ke tenaga kerja dan upah

Masalahnya ini bukan hanya berdampak pada banyaknya persaingan, tapi kompetisinya sudah sampai nggak kondusif.

Bayangkan jiak semua perusahaan banting harga demi menang pasar. Konsumen memang diuntungkan di awal, tapi lama-kelamaan perusahaan akan rugi, PHK meningkat, hingga ekonomi jadi nggak stabil.

Oleh karena itu, penangana oleh pemerintah menjadi penting untuk mengatasi kompetisi yang nggak baik ini.

Industri yang Terkena Dampak

Fenomena involution ini paling berdampak pada sektor-sektor dengan produksi besar dan persaingan ketat, seperti:

  • Kendaraan listrik (EV)
  • Panel surya
  • Baterai litium
  • Baja dan semen
  • Layanan pengiriman makanan

Dalam industri kendaraan listrik misalnya, perang harga antara brand besar membuat keuntungan perusahaan menurun drastis.

Baca juga: Rumus Hitung Harga Jual Emas Muda, Lengkap dengan Contohnya

Involution bukan sekadar istilah, namun gambaran nyata tentang kompetisi yang sudah terlewat batas. Jika dibiarkan, dampaknya nggak hanya ke individu yang burnout, tapi juga ke ekonomi secara keseluruhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Dupoin.co

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU