INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia untuk menjaga sumber daya alam (SDA) sebagai aset strategis negara sekaligus mengoptimalkannya guna mendorong kemandirian nasional, termasuk melalui percepatan hilirisasi.
"Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk bagaimana memperhatikan kepentingan negara, prioritas di atas segala-galanya dan kita menjaga sumber daya alam kita. Sumber daya alam kita ini merupakan aset negara dan karena itu bahkan Bapak Presiden tadi juga memerintahkan untuk mencari sumber-sumber pendapatan di sektor mineral yang selama ini belum adil bagi negara," ujar Bahlil dikutip Kamis (26/3/2026).
Usai rapat terbatas di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Bahlil menjelaskan pemerintah menargetkan hilirisasi berjalan optimal, transisi energi terus berlanjut, serta produksi energi tetap seimbang dengan kebutuhan pasar.
Selain itu, pemerintah juga berupaya menjaga harga komoditas tetap kompetitif tanpa mengorbankan kepentingan nasional. Kebijakan ini diarahkan untuk memperkuat struktur ekonomi melalui hilirisasi industri, penguatan energi domestik, serta tata kelola SDA yang lebih berdaulat.
Baca juga: Pemerintah Bangun Hilirisasi Ayam Terpadu di 6 Wilayah, Targetkan Swasembada Protein Nasional
Bahlil memastikan program hilirisasi menjadi prioritas utama. Dari 20 proyek tahap awal, sebagian telah memasuki tahap groundbreaking, sementara sisanya akan dimulai dalam waktu dekat.
"Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya sekitar Rp239 triliun dan akan kita bahas finalisasi," ujarnya.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong pengembangan energi alternatif sebagai bagian dari upaya mencapai ketahanan dan swasembada energi.
Presiden mengarahkan agar seluruh potensi energi dalam negeri dimanfaatkan secara maksimal, termasuk etanol dan biodiesel berbasis crude palm oil (CPO), serta percepatan penggunaan energi baru terbarukan.
Baca juga: Pemerintah Pastikan Stok Energi Aman di Tengah Konflik Timur Tengah
"Bapak Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita, baik itu etanol, baik itu biodiesel dari CPO-CPO, termasuk kita bagaimana mendorong agar transisi energi lewat energi baru terbarukan juga kita bisa kita lakukan," kata Bahlil.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga melaporkan perkembangan harga komoditas energi dan mineral seperti batu bara dan nikel.
Ia menegaskan belum ada perubahan kebijakan terkait pengelolaan kedua komoditas tersebut, meski pemerintah terus memantau dinamika pasar global.
"Andaikan pun kalau harganya stabil terus, bagus, kita akan bagaimana membuat relaksasi, tapi terukur terhadap perencanaan produksi. Jadi, semuanya masih dalam batas-batas koordinasi dengan pasar, kemudian kebutuhan supply and demand. Yang penting adalah kita inginkan harganya bagus terus, kita doakan harga batu bara bagus, harga nikel bagus, kemudian kita akan bagaimana melakukan relaksasi terukur," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA