Senin, 16 MARET 2026 • 17:01 WIB

Stok Baju Lebaran 2026 Aman? Ini Kata Kemenperin

Author

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Dok. Humas Kemenperin)

INDOZONE.ID - Menjelang Lebaran 2026, Kementerian Perindustrian (Kemensperin), memastikan pasokan produk tekstil, pakaian jadi, alas kaki, dan kosmetik dalam kondisi aman.

Sektor industri kimia, farmasi, dan tekstil (IKFT) tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025 dan menyerap 6,71 juta tenaga kerja nasional.

Setiap tahun, Ramadan dan Idulfitri menciptakan lonjakan permintaan, terutama untuk busana muslim, sarung, mukena, perlengkapan ibadah, hingga alas kaki.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan kesiapan industri kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) yang terus menunjukkan tren positif.

"(Ini) menjadi modal kuat bagi industri nasional dalam menjaga ketersediaan pasokan, kualitas produk, serta keterjangkauan harga di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Lebaran," ujarnya dikutip Senin (16/3/2026).

Baca juga: Industri Halal Indonesia Tembus USD50 Miliar, Kemenperin Genjot IKM

Data 2025 menunjukkan sektor IKFT berkontribusi 3,87 persen terhadap PDB nasional.

Nilai ekspor sektor ini mencapai USD 47,95 miliar.

Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu produsen tekstil kompetitif di pasar global.

Subsektor tekstil dan pakaian jadi secara khusus tumbuh 5,39 persen dan menyerap lebih dari 3,7 juta tenaga kerja.

Industri TPT sendiri mencatat pertumbuhan stabil di angka 4,64 persen.

"Pertumbuhan angka tersebut menunjukkan peran strategis sektor IKFT sebagai industri padat karya yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,"* ujar Agus.

Kosmetik dan Perawatan Diri Ikut Naik Daun

Produk kosmetik dan perawatan diri juga mencatat pertumbuhan 4,3 persen hingga akhir 2024, dengan nilai ekspor mencapai USD 382,4 juta.

Hal ini wajar, karena ritual tampil rapi saat Lebaran sudah jadi bagian dari budaya, bukan sekadar gaya hidup.

Menariknya, pertumbuhan ekspor kosmetik ini terjadi di tengah tekanan daya beli global yang tidak ringan.

Artinya, produk lokal Indonesia mulai punya daya saing nyata di pasar internasional.

Agus mendorong masyarakat memanfaatkan momentum Ramadan untuk memprioritaskan produk dalam negeri.

"Dengan membeli produk lokal, masyarakat tidak hanya berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, melainkan turut menjaga keberlangsungan industri, serta meningkatkan kesejahteraan jutaan tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini," tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Kemenperin

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU