Rabu, 04 MARET 2026 • 12:10 WIB

Kalau Perang Dunia 3 Terjadi, Pilihan Aset Apa yang Paling Aman dan Stabil?

Author

Pilihan aset paling aman jika perang dunia terjadi. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Di tengah kondisi ketegangan Iran dan Amerika Serikat yang sedang memanas seperti ini, kesiapan finansial nggak bisa dianggap sepele.

Jika skenario terburuk seperti Perang Dunia 3 benar-benar terjadi, aset apa aja sih yang relatif lebih aman untuk jaga nilai kekayaan?

Pilihan Aset yang Paling Aman Jika Perang Dunia 3

1. Emas

Ketika konflik memanas, inflasi naik, atau mata uang melemah, investor biasanya langsung mengarah ke emas untuk menjaga nilai aset mereka.

Baca juga: Menaker Tegaskan THR 2026 Wajib Dibayar Penuh dan Tidak Boleh Dicicil

Sekarang, selain emas fisik, ada juga emas digital yang jauh lebih praktis. Beli, simpan, sampai jualnya bisa lewat aplikasi tanpa ribet memikirkan tempat penyimpanan.

Di tengah ketidakpastian global, emas digital tetap punya daya tarik kuat karena nilainya cenderung stabil dibanding aset berisiko tinggi.

2. Perak

Selain emas, perak juga sering dilirik saat situasi global nggak menentu. Memang harganya lebih fluktuatif dibanding emas, tapi karakteristiknya mirip sebagai aset lindung nilai.

Menariknya lagi, perak punya fungsi ganda. Selain jadi aset, perak juga banyak dipakai di sektor industri seperti energi terbarukan, elektronik, sampai otomotif. Jadi, ada dorongan permintaan dari sisi industri yang membuat fundamentalnya tetap kuat.

Baca juga: Arus Tanker Minyak di Selat Hormuz Anjlok 86 Persen, Ratusan Kapal Mengantre

Bagi yang mau mulai investasi logam mulia tapi modalnya belum sebesar untuk emas, perak bisa jadi opsi yang lebih terjangkau. Jika konflik global semakin panas dan harga komoditas melonjak, bukan nggak mungkin harga perak ikut naik signifikan.

3. Bitcoin

Bitcoin sering disebut sebagai emas digital karena nggak terikat dengan kebijakan moneter negara mana pun.

Dalam beberapa krisis global, banyak investor yang memindahkan sebagian dana ke Bitcoin demi menjaga likuiditas dan fleksibilitas akses lintas negara. Apalagi kalau sampai terjadi pembatasan transaksi internasional, aset digital bisa jadi alternatif.

Tapi tetap harus realistis, volatilitas Bitcoin itu cukup tinggi. Harganya bisa naik cepat, tapi juga bisa anjlok drastis dalam waktu singkat.

Selain itu, regulasinya di berbagai negara masih berkembang dan bisa berubah sewaktu-waktu. Jadi kalau mau masuk, wajib siap secara mental dan paham risikonya.

Baca juga: Jangan Dilipat dan Dicoret, Ini Cara Merawat Uang Rupiah yang Benar

Pada akhirnya, gencatan senjata atau tidak, ketidakpastian global adalah hal yang selalu ada. Diversifikasi aset mulai dari emas, perak, sampai aset digital, bisa jadi langkah antisipasi agar kondisi finansial tetap aman jika situasi dunia semakin tidak terkendali.

Lebih baik siap dari sekarang, agar ketika risiko terburuk perang dunia 3 terjadi, kondisi keuangan tetap lebih terkendali dan nggak mudah goyah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Treasury

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU