INDOZONE.ID - Dalam dunia bisnis, istilah demand atau permintaan itu sangat penting. Bisa dibilang, ini salah satu mesin utama yang membuat roda ekonomi terus berputar.
Apa Itu Demand?
Secara simpel, demand adalah jumlah barang atau jasa yang ingin dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga, dengan asumsi faktor lainnya tetap konstan.
Biasanya, demand punya hubungan terbalik dengan harga.
Baca juga: ARB Saham dalam Pasar Modal, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Investor
- Harga naik = permintaan cenderung turun
- Harga turun = permintaan cenderung naik
Dalam istilah ekonomi, hal ini sering disebut ceteris paribus (faktor lain dianggap tetap).
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Demand
Permintaan itu nggak hanya soal harga, tapi ada banyak hal yang membuat orang jadi mau atau nggak mau membeli sesuatu.
1. Harga Barang atau Jasa
Ini adalah faktor paling dasar, karena kalau harga naik, biasanya orang akan berpikir dua kali untuk membeli. Kalau harga turun, biasanya pembeli makin tertarik.
2. Harga Barang Pengganti (Substitusi)
Barang substitusi itu barang pengganti, agar permintaan bisa naik. Misalnya kopi dan teh, jika harga kopi naik, sebagian orang bisa beralih ke teh. Sebaliknya, jika harga barang pengganti turun, permintaan barang utama bisa menurun.
Baca juga: Mau Mulai Usaha? Ini 7 Ide Bisnis Online yang Ramah untuk Pemula
3. Harga Barang Pelengkap (Komplementer)
Barang komplementer itu yang adalah barang dipakai bersamaan, contohnya mobil dan bensin. Kalau harga bensin naik drastis, orang bisa jadi mikir ulang untuk membeli mobil karena biaya operasionalnya mahal. Artinya, permintaan mobil bisa ikut terdampak.
4. Pendapatan Konsumen
Kalau penghasilan naik, biasanya orang juga jadi lebih sering berbelanja. Untuk barang normal, permintaan naik saat pendapatan naik. Tapi untuk barang inferior (misalnya barang murah yang biasanya dibeli karena keterbatasan dana), justru bisa turun ketika pendapatan meningkat.
5. Selera dan Tren
Tren itu sangat kuat pengaruhnya. Barang yang dulu terlihat biasa saja, bisa tiba-tiba laku karena viral. Selera dan preferensi konsumen bisa berubah karena budaya, gaya hidup, atau media sosial.
6. Ekspektasi Masa Depan
Kalau orang merasa harga bakal naik minggu depan, biasanya mereka akan membeli barang itu sekarang. Sebaliknya, kalau orang merasa harga akan turun, mereka bisa menunda beli barang tersebut.
7. Faktor Demografis
Usia, pendidikan, jumlah penduduk, hingga gaya hidup suatu wilayah juga memengaruhi jenis barang yang diminati. Daerah dengan banyak anak muda, misalnya, cenderung punya permintaan tinggi untuk gadget atau hiburan.
Baca juga: Komoditas Ekspor Indonesia, Ini Sektor Unggulan Penyumbang Devisa Negara
8. Kondisi Ekonomi Secara Umum
Saat ekonomi tumbuh dan lapangan kerja menjadi banyak, permintaan biasanya ikut naik. Tapi saat resesi atau pengangguran tinggi, orang cenderung lebih hemat dan menahan belanja.
Contoh Demand di Kehidupan Sehari-hari
Agar semakin terbayang, ini beberapa contoh nyata demand dalam kehidupan sehari-hari.
1. Es Krim saat Musim Panas
Kalau cuaca sedang panas-panasnya, permintaan es krim bisa naik drastis karena orang cenderung rela membayar lebih mahal demi sesuatu yang segar.
2. Masker saat Pandemi
Saat pandemi COVID-19, permintaan masker melonjak tajam. Walau harga naik, orang tetap membeli karena kebutuhan mendesak.
3. Tiket Konser Artis Terkenal
Begitu artis besar umumkan konser, tiket bisa langsung sold out. Kalau penggemarnya banyak, harga tinggi pun tetap laris terjual.
Kenapa Memahami Demand Itu Penting?
Untuk bisnis, memahami demand itu adalah kunci agar bisnis berkembang. Dengan tahu pola permintaan, perusahaan bisa menentukan harga yang pas, mengatur stok agar nggak kelebihan atau kekurangan, menyusun strategi promosi yang tepat, hingga membaca tren pasar lebih cepat.
Baca juga: Simak Tips Agar Kredit atau Pinjaman Dana Disetujui Bank, Cocok untuk Modal Usaha
Selain itu, analisis data dan forecasting juga penting. Dari data historis dan tren, perusahaan bisa memprediksi lonjakan atau penurunan permintaan.
Jadi, demand bukan hanya soal berapa banyak orang yang mau beli, tapi juga soal strategi jangka panjang dalam bisnis.
Dengan memahami apa itu demand dan faktor-faktor yang memengaruhinya, pelaku bisnis maupun konsumen bisa mengambil keputusan yang lebih rasional dan strategis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Accurate.id