Jumat, 13 FEBRUARI 2026 • 08:00 WIB

Shell Kaji Masa Depan Unit Renewables Sprng, Ingin Ciptakan Nilai Jangka Panjang

Author

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga angin (freepik). 

INDOZONE.ID - Raksasa energi asal Inggris, Shell, tengah mengkaji ulang strategi untuk unit bisnis energi terbarukannya, Sprng. 

Langkah ini disebut-sebut sebagai upaya korporasi untuk menciptakan nilai jangka panjang atau "unlock long-term value" dari aset hijau yang mereka akuisisi beberapa tahun lalu.

Shell resmi mengakuisisi platform pembangkit listrik tenaga surya dan angin yang berbasis di India, Sprng Energy, pada 2022 silam. 

Nilai transaksinya saat itu mencapai 1,55 miliar dolar AS atau setara Rp 25,3 triliun (kurs Rp 16.300). 

Akuisisi ini sempat menjadi sorotan karena menandai langkah agresif Shell mendominasi pasar energi bersih Asia Selatan.

Baca juga: Indeks Berjangka Wall Street Menguat Usai Data Ekonomi AS Dirilis

Sinyal Spin-Off atau Jual Aset?

Pernyataan resmi Shell pada Kamis (12/2/2026) tidak merinci opsi strategis apa yang sedang dipertimbangkan. 

Namun di kalangan analis, frasa "reviewing strategic options" kerap menjadi kode untuk kemungkinan pelepasan aset, pencarian investor baru, atau bahkan pemisahan unit usaha (spin-off).

Keputusan ini diambil di tengah tekanan transisi energi yang memaksa perusahaan migas besar menyeimbangkan portofolio bisnis mereka. 

Di satu sisi, permintaan minyak dan gas masih tinggi. Di sisi lain, tekanan investor untuk berinvestasi di sektor rendah karbon terus menguat.

Baca juga: PNM Raih Apresiasi Internasional, Komitmen Perluas Pemberdayaan Perempuan Lewat Orange Bonds Diakui Dunia

Sprng, Permata Hijau di Tengah Transisi

Sprng Energy bukan pemain sembarangan. Portofolionya mencakup pembangkit listrik tenaga surya dan angin yang memasok listrik bersih ke jutaan rumah di India. 

Negara tersebut memang menjadi salah satu pasar energi terbarukan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, berkat target ambisius netral karbon yang dicanangkan pemerintah.

Kajian ulang ini menjadi sinyal bahwa Shell tak sekadar mempertahankan aset, tetapi ingin memaksimalkan potensinya di tengah persaingan ketat energi hijau. 

Apakah nantinya Sprng akan dilepas, digandeng mitra strategis, atau justru dipertahankan dengan suntikan modal segar? Publik masih menunggu keputusan final dari raksasa energi asal Inggris tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU