Ilustrasi indeks berjangka (freepik).
INDOZONE.ID - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat atau Wall Street terpantau bergerak naik pada perdagangan hari Kamis (12/2/2026).
Pergerakan positif ini terjadi setelah rilis data ekonomi terbaru berhasil meredakan kekhawatiran investor mengenai perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.
Para pelaku pasar merespons positif laporan yang menunjukkan ketahanan aktivitas ekonomi di tengah tekanan inflasi.
Kondisi ini memberikan harapan bahwa ekonomi Amerika Serikat masih mampu tumbuh stabil meski dihadapkan pada kebijakan moneter yang ketat dari bank sentral.
Sentimen optimis ini langsung terlihat pada pergerakan indeks berjangka S&P 500 dan Nasdaq yang menunjukkan tren kenaikan sejak pembukaan sesi.
Investor tampaknya mulai kembali berani mengambil posisi beli setelah sempat dibayangi kecemasan akan risiko resesi pada pekan sebelumnya.
Laporan mengenai klaim pengangguran mingguan dan data belanja konsumen menjadi faktor utama yang mengangkat performa bursa saham global.
Angka-angka tersebut memberikan gambaran bahwa daya beli masyarakat masih cukup kuat untuk menopang roda ekonomi tetap berputar.
Stabilitas pasar tenaga kerja juga menjadi sinyal penting bagi para pengambil kebijakan dalam menentukan langkah selanjutnya.
Dengan berkurangnya tekanan pada pasar modal, volatilitas yang sempat terjadi di awal bulan kini mulai menunjukkan tanda-tanda mereda secara bertahap.
Baca juga: Apa yang Terjadi Saat Inflasi dan Deflasi? Simak Penjelasan Lengkapnya
Analisis pasar menyebutkan bahwa meredanya kekhawatiran ekonomi ini memberikan ruang bagi saham-saham sektor pertumbuhan untuk kembali diminati.
Hal ini tecermin dari minat beli yang cukup konsisten pada saham sektor teknologi dan manufaktur yang sempat tertekan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters