Senin, 26 JANUARI 2026 • 14:15 WIB

Indonesia Jadi Partner Country di INNOPROM 2026 Rusia, Apa Untungnya?

Author

Menteri Perindustrian Agus Guwiwang Kartasasmita. Indonesia jadi Partner Country di INNOPROM 2026 Rusia. (Dok. Humas Kemenperin)

INDOZONE.ID - Indonesia ditunjuk sebagai Partner Country pada ajang INNOPROM 2026. Pameran industri bergengsi ini akan berlangsung pada 6–9 Juli 2026 di Yekaterinburg, Rusia.

Apakah dengan penunjukan Indonesia sebagai patner INNOPROM mendapatkan keuntungan?

INNOPROM 2026 merupakan pameran industri internasional yang dikenal sebagai etalase inovasi, teknologi, dan kolaborasi global.

Sejak pertama kali digelar pada 2010, ajang ini rutin mempertemukan pelaku industri, investor, dan pembuat kebijakan lintas negara.

Skalanya tidak kecil. INNOPROM melibatkan hampir 1.000 exhibitor dari berbagai negara dan menempati area pameran hingga 50.000 meter persegi.

Di kawasan Asia Tengah dan Eurasia, INNOPROM dikenal sebagai salah satu pameran industri terbesar.

Penunjukan Indonesia sebagai Partner Country sudah melalui proses panjang.. Selama ini, kerja sama industri Indonesia dan Federasi Rusia sudah berjalan di banyak sektor strategis.

Mulai dari industri pupuk, farmasi dan alat kesehatan, metalurgi, galangan kapal, hingga pengembangan industri halal.

Baca juga: Kemenperin Dorong Pasokan Susu UHT untuk MBG, Ultrajaya Investasi Rp1,14 T

Target Besar Indonesia di INNOPROM 2026

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa peran Indonesia di INNOPROM 2026 bukan sekadar simbolis.

“Partisipasi Indonesia sebagai Partner Country INNOPROM 2026 merupakan momentum penting untuk menunjukkan kemampuan dan daya saing industri nasional di hadapan dunia,” ujar Agus dalam pernyataannya yang diterima Indozone dikutip Senin (26/1/2026).

Baca juga: WEF Davos 2026 Jadi Panggung Kemenperin Perkuat Industri Nasional

Ia menambahkan, Indonesia ingin hadir sebagai mitra strategis yang menampilkan komitmen pada inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan industri yang inklusif.

Sebagai Partner Country, Indonesia akan menampilkan produk manufaktur unggulan, potensi investasi, serta peluang kemitraan di sektor prioritas.

Hal tersebut juga menjadi keuntungan, karena Indonesia tidak hanya hanya pamer produk, tetapi membangun persepsi Indonesia sebagai pusat manufaktur dan inovasi di kawasan.

INNOPROM 2026 juga dimanfaatkan untuk memperluas akses ke pasar nontradisional, khususnya Rusia dan negara-negara Commonwealth of Independent States (CIS).

“INNOPROM menjadi platform strategis untuk memperluas akses pasar dan memperdalam kerja sama industri Indonesia dengan mitra internasional,” jelas Menperin.

Menuju INNOPROM 2026, Kementerian Perindustrian bersama KBRI Moskow telah menggelar Indonesia–Russia Business Matching. Kegiatan ini menjadi ajang awal menyelaraskan kepentingan pelaku industri dari kedua negara.

Forum tersebut juga dimanfaatkan untuk mempercepat penyelesaian sejumlah nota kesepahaman strategis di bidang industri.

Nota Kesepahaman dan Transfer Teknologi

Dalam kerangka kerja sama bilateral, Kementerian Perindustrian RI dan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia telah menyepakati beberapa nota kesepahaman.

Kerja sama mencakup sektor galangan kapal, penelitian ilmiah terkait keamanan penggunaan krisotil, serta bidang industri strategis lain yang masih dalam tahap finalisasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Kemenperin

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU