Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
INDOZONE.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia Bahlil Lahadalia menyatakan akan segera menerbitkan kebijakan Harga Pokok Minimum (HPM) komoditas timah guna menjaga stabilitas harga bijih timah rakyat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai melantik Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani di Pangkalpinang.
“Dalam waktu dekat ini, saya akan mengeluarkan HPM timah agar harga timah masyarakat selalu terjaga dengan baik,” ujar Bahlil dikutip Senin (26/1/2026).
Baca juga: Tak Hanya Gali Mineral, Sektor Tambang Juga Gali Potensi Ekonomi Daerah
Menurutnya, Kepulauan Bangka Belitung memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, khususnya bijih timah. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang jelas serta penataan ulang sistem penambangan agar pengelolaan sumber daya tersebut memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Regulasi HPM timah ini untuk menjaga harga bijih timah rakyat. Pengusahanya harus baik, tetapi masyarakat penambang juga harus sejahtera. Tidak boleh pengusahanya baik, tetapi rakyatnya tidak,” katanya.
Bahlil menambahkan, untuk mempercepat penerbitan kebijakan tersebut, Kementerian ESDM telah berkoordinasi dengan Komisi XII DPR RI. Koordinasi dilakukan agar regulasi HPM timah dapat segera diterapkan dan memberikan kepastian harga di tingkat penambang.
Baca juga: ESDM Klarifikasi Bukaan Lahan di Gunung Slamet, Tak Ditemukan Aktivitas Tambang atau Risiko Longsor
“Saya sudah berkoordinasi dengan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya agar regulasi HPM timah ini segera dikeluarkan, sehingga harga timah rakyat terjaga dan investasi sektor pengolahan timah di daerah ini juga terdorong,” ujarnya.
Ia menegaskan, investasi di sektor timah harus memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat Bangka Belitung. Menurutnya, pertumbuhan investasi tidak boleh berjalan sendiri tanpa diikuti peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Investasi harus tumbuh bersama rakyat. Kalau investasi tumbuh, maka ekonomi masyarakat juga harus ikut tumbuh,” kata Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA