Kamis, 04 DESEMBER 2025 • 12:40 WIB

Diancam Menkeu Purbaya, Dirjen Bea Cukai Janji Benahi Internal

Author

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama (ANTARA/Bayu Saputra)

INDOZONE.ID - Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menegaskan komitmennya untuk memperbaiki kualitas layanan dan membenahi reputasi institusi setelah mendapat ultimatum keras dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. 

Ultimatum tersebut membuka kemungkinan mengembalikan sistem kepabeanan ke skema ala Orde Baru, jika pembenahan internal tak berjalan dengan baik.

Merespons hal itu, Djaka menilai peringatan Menkeu merupakan bentuk koreksi yang harus dijadikan momentum untuk mempercepat pembenahan internal.

Baca juga: Menkeu Purbaya Siap Keluarkan Dana Darurat Bantu Penanganan Banjir dan Longsor di Sumatera

"Intinya bahwa itu adalah bentuk koreksi. Yang pasti, Bea Cukai ke depan akan berupaya untuk lebih baik," ujar Djaka seperti yang dikutip dari ANTARA.

Ia menegaskan bahwa strategi utama reformasi DJBC akan berfokus pada perbaikan kultur kerja serta penguatan sistem pengawasan di berbagai titik.

"Mulai dari kultur, meningkatkan kinerja, kemudian meningkatkan pengawasan apakah itu di pelabuhan, di bandara. Tentunya kita akan memperbaiki semua pelayanan," katanya.

Baca juga: Wamendagri Wiyagus Dorong Pemda Tingkatkan Kualitas Belanja

Pembenahan Terus Berjalan, Teknologi AI Dilibatkan

Djaka menambahkan bahwa perubahan harus dapat dirasakan langsung masyarakat sebagai penerima layanan. Ia menyebut sejumlah langkah perbaikan sudah dijalankan, termasuk penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk menekan praktik underinvoicing.

Menanggapi permintaan Menkeu untuk memperlihatkan progres signifikan dalam satu tahun, Djaka menunjukkan optimisme.

"Harus optimistis. Kalau kita enggak optimistis, tahun depan kita selesai semua. Apakah mau pegawai Bea Cukai dirumahkan makan gaji buta? Tentu tidak akan mau," ujarnya.

Baca juga: Ibu Imroatus, Bukti Dampak Sosial Pemberdayaan PNM Mekaar

Menurutnya, reformasi hanya akan berhasil jika mendapat dukungan publik. Pembenahan harus menyentuh kualitas SDM, ketersediaan peralatan, dan peningkatan citra lembaga.

"Mungkin image di masyarakat bahwa Bea Cukai adalah sarang pungli itu sedikit demi sedikit kita hilangkan," ucapnya.

Ancaman Sistem SGS jika Perbaikan Mandek

Sebelumnya, Menkeu Purbaya mewanti-wanti bahwa bila dalam waktu dekat tidak terlihat kemajuan, pemerintah bisa mengembalikan sistem pemeriksaan barang ke model era Orde Baru dengan melibatkan SGS. Pada masa tersebut, sebagian pegawai Bea Cukai harus nonaktif karena fungsi mereka digantikan SGS dan PT Surveyor Indonesia.

Walaupun menyangkal bahwa dirinya sedang marah, Purbaya menegaskan bahwa seluruh jajaran Kementerian Keuangan harus bekerja serius dan tidak mengabaikan instruksi pembenahan. Ia menyebut pelibatan SGS hanya menjadi opsi terakhir apabila proses reformasi mandek, meski dirinya tetap yakin dengan potensi teknologi internal Bea Cukai saat ini.

Baca juga: Raih Financial Freedom itu Gampang! Berikut 8 Tips Jitu untuk Memulainya

Purbaya juga menyoroti dua persoalan kritis yang menjadi fokus segera: underinvoicing pada ekspor serta masuknya barang ilegal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU