Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 29 NOVEMBER 2025 • 11:04 WIB

Ekonom: Gotong Royong Pemerintah Diperlukan untuk Pulihkan Ekonomi Pasca Banjir di Aceh-Sumatera

Ekonom: Gotong Royong Pemerintah Diperlukan untuk Pulihkan Ekonomi Pasca Banjir di Aceh-SumateraKondisi banjir yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (Instagram/@jktinfo)

INDOZONE.ID - Hujan deras yang menyebabkan banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah menyebabkan gangguan signifikan pada aktivitas perdagangan lokal dan antar wilayah. 

Lintasan provinsi banyak yang terblokade atau terhambat, sehingga memerlukan tindakan cepat dari pemerintah pusat dan daerah untuk mencegah meluasnya bencana ini. 

"Banjir ini mempengaruhi aktivitas perdagangan lokal maupun juga antar wilayah. Karena ini kan kompak nih, jadi jalan-jalan provinsi juga tampaknya banyak yang terblokade," ujar Myrdal Gunarto, Staf Riset Ekonomi Makro, Industri, dan Global Markets Bank Maybank Indonesia, saat dihubungi Indozone, Sabtu.

Baca juga:  Menkeu Purbaya Optimis Pertumbuhan Ekonomi Melesat, Tembus hingga 5,7 Persen

Pengamat Ekonom menekankan pentingnya mitigasi yang cepat dan efektif, terutama mengingat curah hujan masih tinggi, untuk mencegah dampak negatif pada performa ekonomi tahun 2025.

"Jadi, mau tidak mau harus ada mitigasi yang cepat dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, supaya mencegah banjir ini meluas. Jangan sampai pada akhirnya ini akan mempengaruhi performa ekonomi kita pada tahun 2025," jelasnya.

Banjir di Beberapa Wilayah Bisa Berdampak ke Sektor Pertanian dan Perikanan

Myrdal Gunarto memperingatkan bahwa banjir yang melanda beberapa wilayah dapat menyebabkan kerusakan signifikan, terutama jika berlangsung lebih dari 5-10 hari. 

"Kalau lebih dari 5-10 hari, bisa bahaya juga buat ekonomi," katanya.

Baca juga: Cara Mengatur Keuangan agar Terhindar dari Gali Lubang Tutup Lubang

Selain itu, tiga wilayah yang terkena dampak memiliki kontribusi sekitar 7% terhadap ekonomi, sehingga perlu diwaspadai. Sektor pertanian dan perikanan, terutama yang berbasis swasembada pangan seperti beras, juga terdampak, serta sektor pendidikan dan program MBG.

"Kontribusinya sih dari tiga wilayah ini totalnya sekitar 7%-an sih. Dan pengaruh banjir terhadap sektor pertanian dan perikanan juga berpengaruh, terutama sektor pertanian yang berbasis swasembada pangan seperti beras, lalu sektor pendidikan maupun juga program MBG," lanjutnya.

Myrdal juga memperkirakan bahwa banjir akan menyebabkan inflasi pangan, namun dampaknya masih relatif minor jika dilihat dari skala nasional.

"Pasti ada inflasi pangan. Tapi kalau dibawa ke level berbasis secara nasional, kelihatannya dampaknya masih relatif minor," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara Pribadi

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ekonom: Gotong Royong Pemerintah Diperlukan untuk Pulihkan Ekonomi Pasca Banjir di Aceh-Sumatera

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!