Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 19:19 WIB

Konsumsi Rumah Tangga Menguat Jelang Nataru Menurut Survei MSI

Author

Ilustrasi Pasar Jaya. (Freepik) (Freepik)

INDOZONE.ID - Konsumsi rumah tangga menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mengalami penguatan, menandakan daya beli terjaga dan memberi optimisme bagi pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025.

Data ini diambil dari hasil survei Mandiri Spending Index (MSI), seperti yang dikutip dari ANTARA.

MSI pada 9 November 2025 tercatat tumbuh 1,7 persen secara mingguan menjadi 308,1. Lonjakan ini menandai 10 pekan berturut-turut pertumbuhan belanja sejak awal September, menjadikannya salah satu periode penguatan konsumsi terpanjang dalam dua tahun terakhir.

"Tren belanja yang terus menguat menunjukkan daya beli masyarakat tetap solid menjelang libur akhir tahun," tulis tim ekonom Bank Mandiri dalam laporannya, seperti ANTARA.

Baca juga: Survei: Kenapa Gen Z Suka Bayar Pakai QRIS Buat Belanja sampai Bayar Kebutuhan Bulanan?

Penguatan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas masyarakat dalam mempersiapkan liburan, terlihat dari lonjakan belanja kelompok mobilitas sebesar 2,3 persen secara mingguan.

Kontributor terbesar datang dari pembelian tiket kereta yang melonjak 3,5 persen, mengindikasikan aktivitas perjalanan domestik yang tinggi.

"Konsistensi pemulihan belanja menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi memasuki tahun depan,” catat tim ekonom Bank Mandiri.

Dengan kontribusi konsumsi rumah tangga yang mencapai lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, tren pemulihan belanja memperkuat ekspektasi bahwa ekonomi Indonesia akan tetap tumbuh sejalan dengan target pemerintah.

Baca juga: Dorong UMKM Tembus Ekspor, Mendag Budi Santoso Perkuat Kolaborasi Lintas Kementerian

Momentum Nataru diperkirakan akan mendorong kegiatan ekonomi secara merata pada sektor transportasi, retail, makanan-minuman, dan hiburan, menjaga Indonesia pada jalur pertumbuhan yang stabil menuju tahun 2026.

Selain penguatan konsumsi, laporan tim ekonom Bank Mandiri menyoroti indeks tabungan kelompok masyarakat bawah yang meningkat menjadi 74,7, kenaikan pertama yang tercatat sejak delapan bulan terakhir.

Di sisi lain, indeks tabungan kelompok menengah-atas mengalami penurunan terbatas masing-masing menjadi 100,0 dan 93,2.

Sementara itu, dari sisi pasar keuangan, indikator domestik tetap memberikan kabar baik di tengah ketidakpastian global mengenai arah kebijakan suku bunga global.

IHSG pada 17 November 2025 ditutup menguat 0,55 persen, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia turun menjadi 424,4 miliar dolar AS pada kuartal III 2025, dan rupiah terjaga stabil di sekitar Rp16.700 per dolar AS.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU