Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 10:05 WIB

Pemkot Lhokseumawe Bidik Malaysia dan Taiwan sebagai Pasar Produk Hilirisasi Sawit

Author

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, (tengah, berbaju cokelat), berfoto bersama para perwakilan investor dari Malaysia dan Taiwan (Humas Pemkot Lhokseumawe)

INDOZONE.ID - Pemerintah Kota Lhokseumawe terus mendorong peningkatan ekspor produk sawit Aceh dan pengembangan hilirisasi cangkang sawit ke pasar internasional, khususnya Malaysia dan Taiwan. 

Langkah tersebut menjadi fokus dalam Forum Bisnis Aceh–Malaysia–Taiwan yang digelar di Aula Setdakota Lhokseumawe, Senin, (3/11/2025).

Forum bisnis ini diinisiasi oleh PT Pembangunan Lhokseumawe (Perseroda) bekerja sama dengan OGTC Taiwan Co. Ltd dan PT Aceh Dynamic Plus. 

Tujuannya memperkuat jejaring ekspor dan membuka peluang investasi baru di sektor perkebunan Aceh, terutama komoditas sawit dan turunannya.

Baca juga: SIAL Interfood 2025: Pameran Kuliner Raksasa yang Hadirkan 1.500 Peserta dari 26 Negara

Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, bersama para pelaku usaha dan investor dari berbagai negara, termasuk Malaysia dan Taiwan. 

Dalam forum tersebut, para peserta membahas potensi ekspor sawit Aceh melalui Pelabuhan Krueng Geukueh, yang dinilai strategis sebagai jalur perdagangan internasional di kawasan Asia Tenggara.

Penguatan Peran Lhokseumawe sebagai Pusat Ekspor Aceh

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Lhokseumawe sebagai pusat penggerak ekspor Aceh dan mendorong pengembangan industri berbasis sumber daya lokal.

“Kita ingin sawit Aceh memiliki daya saing global dan memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Sayuti dalam sambutannya.

Baca juga: Menkeu Purbaya: Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran Ciptakan Optimisme dan Fondasi Ekonomi Kuat

Ia menjelaskan bahwa Lhokseumawe memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri hilirisasi cangkang sawit, baik sebagai bahan bakar alternatif ramah lingkungan maupun sebagai komoditas ekspor bernilai tinggi. 

Dengan dukungan infrastruktur Pelabuhan Krueng Geukueh dan kawasan industri yang memadai, Lhokseumawe dinilai siap menjadi pusat distribusi hasil perkebunan Aceh.

“Letak strategis dan potensi sumber daya menjadikan Lhokseumawe ideal untuk pengembangan industri sawit dan produk turunannya,” tambah Sayuti.

Selain itu, Direktur Utama PT Pembangunan Lhokseumawe, Habibillah, menyebut forum ini sebagai langkah nyata dalam memperluas jejaring ekspor dan memperkenalkan potensi ekonomi Aceh kepada mitra internasional.

“Forum ini membuka ruang dialog antara pelaku industri dari Aceh dengan calon investor dari Malaysia dan Taiwan, terutama dalam pengembangan ekspor sawit dan energi hijau,” kata Habibillah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Pemkot Lhokseumawe

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU