Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 31 JULI 2025 • 15:41 WIB

Harga Referensi Minyak Sawit Naik di Agustus 2025, Imbas Pemintaan India dan China

Harga Referensi Minyak Sawit Naik di Agustus 2025, Imbas Pemintaan India dan ChinaPekerja mengawasi proses muat minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) (ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid)

INDOZONE.ID - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengumumkan bahwa harga referensi (HR) minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk periode Agustus 2025 mengalami kenaikan sebesar USD 33,02 atau sekitar 3,76 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan ini disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari dua negara importir utama, yaitu India dan Tiongkok.

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menyatakan bahwa HR CPO untuk penetapan Bea Keluar (BK) dan Pungutan Ekspor (PE) pada bulan Agustus ditetapkan sebesar USD 910,91 per metrik ton (MT), naik dari USD 877,89 per MT pada bulan Juli.

“Kenaikan ini terjadi karena lonjakan permintaan, sementara produksi tidak mengalami peningkatan yang sepadan,” jelas Tommy dalam keteraangannya kepada ANTARA.

Baca juga: Media Singapura Sebut Airlangga Hartarto Mundur dari Golkar Karena Isu Korupsi Minyak Sawit

Penetapan HR ini tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 1694 Tahun 2025, yang berlaku selama periode 1–31 Agustus 2025. Berdasarkan regulasi tersebut, BK CPO dikenakan sebesar USD 74 per MT, sedangkan PE CPO ditetapkan 10 persen dari HR, yakni sebesar USD 91,09 per MT. 

Sementara itu, produk turunan seperti minyak goreng kemasan bermerek dengan berat bersih hingga 25 kilogram tetap dibebaskan dari bea keluar alias dikenakan tarif nol dolar.

Di sisi lain, harga referensi biji kakao justru mengalami penurunan. Untuk Agustus 2025, HR biji kakao ditetapkan sebesar USD 8.234,70 per MT, turun 12,76 persen atau USD 1.203,90 dari bulan sebelumnya. Penurunan ini berdampak langsung pada Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao, yang ikut turun menjadi USD 7.804 per MT, turun 13,03 persen dari Juli. 

Baca juga: BYD Atto 1 Harga Mulai Rp195 Juta, Apakah Spesifikasi dan Fiturnya Cocok untuk Jalanan Perkotaan?

Menurut Tommy, penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya pasokan dari negara produsen utama seperti Pantai Gading dan Nigeria, yang tidak diiringi oleh kenaikan permintaan global.

Meski HR dan HPE biji kakao turun, bea keluar untuk biji kakao tetap dipertahankan sebesar 15 persen. Adapun untuk produk kulit, HPE-nya tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnya, sedangkan produk kayu jenis kayu keping atau pecahan mengalami penurunan HPE.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

BERITA TERBARU

Harga Referensi Minyak Sawit Naik di Agustus 2025, Imbas Pemintaan India dan China

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!