Kamis, 16 OKTOBER 2025 • 17:54 WIB

Presiden Prabowo Izinkan WNA Pimpin BUMN, Ini Rencana Rasionalisasi 1000 BUMN

Author

Presiden Prabowo Subianto menyampikan paparannya pada Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

INDOZONE.ID - Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto memberikan izin warga negara asing (WNA) bisa memimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurutnya, perubahaan regulasi yang dilakukan pemerintahannya membuka peluang bagi ekspatriat untuk menjabat posisi pimpinan di BUMN.

"Dan saya sudah mengubah regulasinya. Sekarang ekspatriat, non-Indonesia, bisa memimpin BUMN kita," kata Prabowo saat berdiskusi bersama Chairman and Editor in Chief Forbes, Malcolm Stevenson Jr alias Steve Forbes di Hotel St Regis, Jakarta, Rabu (15/10) malam WIB.

Baca juga: Presiden Prabowo Segera Babat 800 BUMN, Sisakan 200 Entitas Berstandar Internasional

Dalam sesi talkshow Grand Finale Dinner Forbes Global CEO Conference 2025 di Jakarta, Rabu malam (15/10/2025), Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa ia telah memberikan arahan langsung kepada CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, untuk melaksanakan proses rasionalisasi besar-besaran di sektor BUMN.

“Saya sudah memberikan arahan kepada pimpinan Danantara untuk melakukan rasionalisasi, memangkas dari sekitar 1.000 BUMN menjadi angka yang lebih rasional, mungkin 200, 230, atau 240,” ujar Presiden Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga telah menginstruksikan manajemen BPI Danantara untuk menjalankan bisnisnya dengan standar internasional.

Prabowo juga mengaku telah menginstruksikan pimpinan Danantara untuk melakukan langkah rasional ke depan.

Prabowo juga berencana mengurangi jumlah BUMN dari sekitar 1.000 menjadi sekitar 200 BUMN untuk meningkatkan pendapatan negara.

Baca juga: Kenaikan Lifting Migas hingga Proyek EBT Dinilai Jadi Akses Menuju Kemandirian Energi

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menyoroti jarak antara pelaku ekonomi dan aktor politik di Indonesia. Ia menilai banyak pemimpin politik yang belum sepenuhnya memahami pentingnya efisiensi dan tata kelola ekonomi modern.

“Banyak pemimpin politik mungkin takut pada angka atau bisnis. Karena itu, saya mengimbau generasi muda yang ingin menjadi pemimpin politik agar memahami ekonomi dan dunia usaha,” tegasnya.

Forbes Global CEO Conference 2025 merupakan perhelatan bergengsi dunia bisnis internasional yang tahun ini memasuki edisi ke-23. Forum tersebut mempertemukan ratusan pemimpin ekonomi global, investor, dan pengambil kebijakan, termasuk kepala negara dan CEO multinasional dari berbagai negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU