Jumat, 10 OKTOBER 2025 • 13:27 WIB

BBSPJILM Bantu IKM Logam dan Mesin di Gresik dalam Penerapan Prinsip GMP

Author

Ilustrasi industri logam. (Freepik)

INDOZONE.ID - Sebanyak 15 pelaku industri kecil menengah (IKM) logam dan mesin di Desa Pelemwatu dan Desa Laban, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, mendapat pendampingan langsung dari Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Logam dan Mesin (BBSPJILM) Bandung. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Perindustrian dalam meningkatkan kapasitas, daya saing, dan kemandirian industri lokal berbasis teknologi.

Tim pendamping dipimpin oleh Pujiyanto, Ketua Tim Optimalisasi dan Pemanfaatan Teknologi Industri BBSPJILM, yang menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga pada perubahan pola pikir pengelolaan industri yang selalu harus beradaptasi dengan perubahan.

“Kami ingin membantu IKM tidak hanya sekedar bisa memproduksi barang, tetapi juga memahami bagaimana menerapkan pengelolaan usaha yang berprinsip Good Manufacturing Process (GMP) dan perbaikan terus-menerus secara profesional, menerapkan standar mutu, dan melihat peluang pasar untuk diversifikasi produk (menyiapkan varian produk),” ujar Pujiyanto di sela kegiatan pendampingan lapangan.

Baca juga: Belajar dari Founder Monmon Food, TDA Parepare Dorong Semangat Wirausaha Lokal

Berawal dari Workshop, Lanjut ke Pendampingan Lapangan

Program pendampingan ini dimulai pada Minggu ke-2 Juni 2025 dengan Workshop Manajemen Mutu dan Pengelolaan Sentra IKM.

Kegiatan selama tiga hari tersebut menggunakan format Focus Group Discussion (FGD) dan kunjungan industri, dengan tujuan membekali pengelola Sentra IKM mengenai tata kelola aset, pembinaan IKM, administrasi, serta pengelolaan sesuai arah pengembangan sentra.

Memasuki bulan Juli 2025, BBSPJILM melaksanakan Kick-Off Pendampingan sebagai langkah penyamaan persepsi antara tim pendamping dan para pelaku IKM terkait tujuan, sasaran, rencana pelaksanaan dan evaluasi kegiatan.

Selanjutnya, pada bulan Agustus 2025, tim melakukan pendampingan lapangan dengan turun langsung ke lokasi produksi IKM.

Di sana, tim memberikan masukan dan edukasi teknis mengenai perbaikan tata kelola proses, alur produksi, serta identifikasi titik-titik kritis pada sistem manufaktur yang dilakukan para pelaku industri.

Sebanyak 15 IKM logam dan mesin di Kabupaten Gresik dapat pendampingan langsung dari BBSPJILM Bandung. (Dok. Istimewa)

Baca juga: Cara Cerdas Kelola Keuangan: Belajar Kaya dengan Pola Pikir Cerdas, Ini Kata Ahli!

Fokus: Diversifikasi Produk dan Penerapan Standar

Pada tahap pelaksanaan bulan Oktober ini, kegiatan difokuskan pada pendampingan praktik lapangan yang meliputi pengembangan dan diversifikasi produk, penerapan standardisasi dan sertifikasi produk dan/atau sistem mutu, serta pendampingan operator Sentra IKM.

Dalam bidang diversifikasi produk, pendampingan diarahkan untuk membantu IKM untuk meningkatkan produktivitas, penciptaan produk baru dan varian produk yang lebih kompetitif dan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). 

Beberapa produk yang dikembangkan antara lain mesin teknologi tepat guna (TTG) seperti Power Thresher (mesin perontok padi), Chopper (mesin pencacah rumput), mesin pemeras santan kelapa, mesin pengupas kopi, serta komponen produk per/spiral spring.

Untuk penerapan standar, para pelaku IKM didampingi dalam menyusun dan menerapkan dokumen standardisasi sebagai langkah awal menuju sertifikasi produk dan sistem manajemen mutu.

Tingkatkan Kompetensi Operator

Selain membantu pengusaha IKM, BBSPJILM juga memberikan perhatian khusus pada peningkatan kemampuan operator Sentra IKM.

Mereka mendapat pelatihan dalam pengoperasian mesin perkakas (bubut, milling, grinding), fabrikasi (pengelasan dan pengerjaan plat/sheet metal working), hingga perancangan produk.

Sebagai bagian dari pendampingan, para operator juga diajak melakukan kunjungan ke industri dan unit pelaksana teknis (UPT) untuk mempelajari langsung tips dan trik pengoperasian mesin serta penerapan proses manufaktur modern.

Bangun Ekosistem Industri yang Kuat

Melalui kegiatan ini, BBSPJILM berharap IKM logam dan mesin di Gresik dapat semakin mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi. 

Pendampingan ini juga menjadi upaya konkret pemerintah dalam membangun ekosistem industri daerah yang terintegrasi dan berorientasi mutu, sejalan dengan visi Kemenperin dalam memperkuat sektor logam dan mesin sebagai tulang punggung industri nasional.

“Kami berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan budaya industri yang berdaulat, tertib, efisien, dan berorientasi mutu. Dengan begitu, IKM bisa naik kelas dan menjadi bagian penting dari rantai pasok industri nasional,” tutup Pujiyanto.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Antara

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU