INDOZONE.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada Rabu, di saat pelemahan mayoritas bursa saham di kawasan Asia.
IHSG dibuka menguat 42,04 poin atau 0,54 persen ke posisi 7.843,63. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga naik 4,24 poin atau 0,53 persen ke posisi 797,49.
"IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini, jika bertahan di support 7.750,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dilansir ANTARA.
Baca juga: Airlangga Imbau Investor Tetap Optimistis, Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Solid
Bursa Saham Asia Mayoritas Melemah
Bursa saham regional Asia per pagi ini mayoritas melemah. Indeks Nikkei melemah 116,99 poin atau 0,27 persen ke 42.196,00. Indeks Shanghai pun demikian, melemah 24,39 poin atau 0,69 persen ke 3.831,02.
Lalu ada indeks Strait Times yang juga melemah 13,0 poin atau 0,30 persen ke 4.285,21. Sedangkan indeks Hang Seng menguat 11,45 poin atau 0,04 persen ke 25.493,55.
Baca juga: Harga Emas Antam Tembus Rp2 Juta Hingga BI Targetkan Rupiah Menguat
Bukan cuma Asia, per Selasa kemarin, bursa saham Eropa juga ditutup melemah. Euro Stoxx 50 melemah 1,41 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,87 persen, indeks DAX Jerman turun melemah 2,29 persen, dan indeks CAC Prancis melemah 0,70 persen.
Selain itu, bursa saham AS di Wall Street juga ditutup melemah pada Selasa kemarin. Mulai dari Dow Jones melemah 0,55 persen pada level 45.295,69, indeks S&P 500 turun 0,69 persen di posisi 6.415,54, dan Nasdaq turut merosot 0,82 persen di level 21.279,63.
Baca juga: Viral Sederet Kios Makanan di Distrik Blok M Bubar Jalan, Biaya Sewa Naik hingga Rp15 Juta?
Masih Memantau Kondisi Dalam dan Luar Negeri
Pelaku pasar dalam negeri masih mencermati perkembangan kondisi dan situasi sosial, politik, dan keamanan di dalam negeri. Saat ini, sudah terpantau mulai kondusif.
Selain itu, pada rapat kerja dengan Komite IV DPD RI pada Selasa (2/9), Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut tidak akan menaikan tarif pajak baru, walaupun ia juga mengakui bahwa kebutuhan belanja negara untuk tahun 2026 itu besar.
Baca juga: Harga Emas Antam Tembus Rp2 Juta Hingga BI Targetkan Rupiah Menguat
Sementara di kawasan Asia, pelaku pasar juga masih mencermati pertemuan para pemimpin negara di Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Tianjin, China.
Presiden Prabowo Subianto pun turut hadir pada acara militer, sekaligus peringatan 80 pemerintahan China. Ia dijadwalkan juga akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.
Baca juga: 25 Ribu AO PNM Dibekali Pelatihan SICANTIKS untuk Dorong Inklusi Keuangan Syariah
Ketidakpastian Tarif Global
Ketidakpastian terkait kebijakan tarif global masih membebani sentimen, khususnya pasca pengadilan banding Federal Amerika Serikat (AS), yang memutuskan bahwa tarif global yang diberlakukan oleh Donald Trump itu ilegal.
Dalam putusan tersebut, pengadilan menyebutkan bahwa hanya Kongres lah yang berwenang untuk menentukan tarif secara luas. Sedangkan Trump menyebut kalau putusan itu “sangat partisan”. Ia mengungkapkan akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA