INDOZONE.ID - Rencana mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara untuk penerbangan komersial bermesin jet memunculkan perdebatan terkait dampaknya terhadap sektor transportasi, ekonomi, hingga pengembangan wilayah di Jawa Barat.
Akademisi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai kebijakan tersebut tidak sekadar berkaitan dengan pemindahan rute penerbangan.
Bagi dia, hal ini juga menyangkut keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan infrastruktur.
"Kebijakan ini memicu perdebatan karena melibatkan tarikan yang kuat antara kenyamanan konsumen jangka pendek dan keberlanjutan investasi infrastruktur jangka panjang," kata Djoko dalam pernyataannya, Minggu (31/5/2026).
Menurut dia, pengaktifan kembali Bandara Husein berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi Bandung Raya.
Kehadiran kembali penerbangan komersial memungkinkan wisatawan domestik maupun mancanegara, khususnya dari Malaysia dan Singapura, tiba langsung di Kota Bandung tanpa harus melanjutkan perjalanan darat dari bandara lain.
Baca juga: Imigrasi Bandara Soetta Catat 17,3 Juta Perlintasan Sepanjang 2025, Naik 7,7 Persen
Kondisi tersebut diperkirakan dapat mendorong aktivitas ekonomi di sektor perhotelan, restoran, kafe, industri kreatif, hingga pelaku UMKM yang bergantung pada kunjungan wisatawan.
Di sisi lain, Djoko menilai kebijakan tersebut dapat menjadi tantangan bagi keberlanjutan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang dibangun sebagai gerbang udara utama Jawa Barat.
Jika maskapai kembali mengoperasikan penerbangan jet di Bandung, minat masyarakat Bandung Raya untuk menggunakan Kertajati berpotensi menurun.
Dampaknya, upaya meningkatkan jumlah penumpang dan optimalisasi investasi bandara tersebut dapat menghadapi hambatan.
Selain itu, pengaktifan kembali Bandara Husein juga dinilai dapat mempengaruhi pembagian pasar yang mulai terbentuk antara berbagai infrastruktur transportasi di Jawa Barat, termasuk Tol Cisumdawu dan Kereta Cepat Whoosh.
Dari sisi pengguna jasa transportasi, Djoko melihat adanya keuntungan berupa efisiensi waktu dan biaya perjalanan. Warga Bandung yang hendak bepergian ke berbagai kota tidak lagi perlu mengalokasikan waktu tambahan menuju Kertajati atau Bandara Soekarno-Hatta.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa Bandara Husein memiliki sejumlah keterbatasan teknis yang perlu diperhatikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Keterangan Pers