Ilustrasi Saham Nikel di BEI. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Indonesia memiliki cadangan nikel besar yang jadi sorotan, apalagi sejak tren kendaraan listrik makin naik dan pemerintah mendorong hilirisasi.
Dampak dari fenomena ini terasa sampai ke pasar saham, di mana emiten nikel semakin sering berada dalam radar investor.
Saham nikel itu peluangnya besar, tetapi risikonya juga nggak kecil. Harga komoditas bisa naik turun cepat, regulasi bisa berubah, dan isu lingkungan selalu ikut membayangi.
Jadi sebelum masuk, lebih baik kenali dulu daftar dan profil perusahaan nikel yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Baca juga: Shell Kaji Masa Depan Unit Renewables Sprng, Ingin Ciptakan Nilai Jangka Panjang
ANTM termasuk pemain besar di sektor tambang dan bagian dari holding BUMN pertambangan MIND ID. Bisnisnya terintegrasi, dari tambang sampai smelter.
Karena model bisnisnya lengkap dan didukung kebijakan hilirisasi, ANTM sering dianggap sebagai pilihan yang lebih stabil untuk jangka panjang.
INCO fokus memproduksi nickel matte yang jadi bahan penting untuk baja tahan karat dan baterai EV. Perusahaan ini terafiliasi dengan grup global, jadi dari sisi pengalaman dan teknologinya sudah cukup matang.
Banyak investor melihat INCO sebagai opsi yang lebih defensif di sektor nikel karena operasionalnya relatif konsisten.
HRUM awalnya dikenal sebagai emiten batu bara. Tapi sejak 2021, mereka mulai ekspansi ke nikel dengan mengakuisisi tambang dan proyek smelter.
Strateginya menarik karena punya dua kaki di energi dan nikel. Namun karena masih tahap pengembangan, pergerakannya juga cenderung lebih agresif.
IFSH adalah pemain skala menengah yang beroperasi di Sulawesi Tenggara, dengan fokusnya di penambangan dan pengolahan bijih nikel.
Meski belum sebesar ANTM atau INCO, peluang tumbuhnya tetap ada, terutama jika proyek hilirisasi berjalan optimal.
DKFT termasuk pemain lama yang sudah punya fasilitas smelter dan ekspor ferronickel. Sebagian pelaku pasar melihat saham ini memiliki potensi jangka menengah, tapi tetap perlu dicermati dari sisi kinerja dan arus kasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Idx.co.id