Ilustrasi day trading. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Day trading sering dilihat sebagai strategi yang serba cepat, karena tidak perlu menahan saham berhari-hari.
Potensi dari day trading memang menarik karena pergerakan harga dalam sehari bisa dimanfaatkan. Tapi di sisi lain, ritmenya cepat dan tekanannya juga tinggi.
Artikel kali ini akan mengupas apa itu day trading, bagaimana cara kerjanya, sampai tips dasar untuk pemula agar tidak asal terjun.
Baca juga: Jangan Salah Paham, Ini Perbedaan Investasi dan Trading yang Sering Tertukar
Day trading adalah aktivitas jual beli aset seperti saham, ETF, atau options dalam hari yang sama. Semua posisi ditutup sebelum pasar berakhir, jadi tidak ada posisi yang dibawa ke hari berikutnya.
Fokusnya ada pada fluktuasi harga jangka pendek, dengan trader mencoba menangkap pergerakan kecil yang terjadi sepanjang hari. Bukan menunggu pertumbuhan tahunan, tapi memanfaatkan momentum harian.
Kalau investor jangka panjang fokus ke fundamental perusahaan, day trader lebih fokus ke grafik dan pergerakan harga real time.
Day trading berjalan karena pasar itu dinamis, artinya harga bisa bergerak cepat akibat berita ekonomi, laporan keuangan, atau sentimen pasar.
Baca juga: AS Dorong Pendanaan AI dan Teknologi Perikanan di APEC di Tengah Persaingan dengan Cina
Trader biasanya memantau grafik intraday seperti 1 menit, 5 menit, atau 15 menit. Dari situ mereka membaca pola harga dan volume transaksi, lalu mengambil keputusan dalam waktu singkat.
Beberapa strategi yang sering dipakai antara lain:
Untuk mendukung analisis, trader biasanya memakai indikator teknikal seperti Moving Average, RSI, Bollinger Bands, dan analisis volume.
Tips Day Trading untuk Pemula
Karena ritmenya cepat, pemula perlu ekstra hati-hati. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Heygotrade.com