INDOZONE.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi memulai proses pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Tahun 2025.
Tahap awal ini ditandai dengan entry meeting yang digelar di Jakarta, Senin (9/2).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut pemeriksaan ini bukan sekadar agenda rutin.
“Ini sebagai momentum penting untuk memperkuat sinergi, komunikasi, serta komitmen bersama dalam mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang transparan, akuntabel dan berintegritas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Agus dalam pernyataannya yang diterima Indozone, Selasa (10/2/2026).
Di tengah proses audit, Kemenperin mencatat satu kabar positif.
industri pengolahan kembali tumbuh di atas pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat 5,11 persen. Sementara industri pengolahan tumbuh lebih tinggi, yakni 5,30 persen.
Menurut Menperin, capaian ini mengulang tren positif yang pernah terjadi pada 2011, ketika manufaktur juga tumbuh melampaui ekonomi nasional.
“Ini membuktikan dua hal. Industri masih menjadi penarik pertumbuhan ekonomi dan tidak ada deindustrialisasi, termasuk deindustrialisasi dini, di manufaktur Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: Kemenperin: Perlindungan Kekayaan Intelektual Jadi Kunci IKM Tembus Pasar Global
Baca juga: Kemenperin: Industri Pengolahan Dominasi Ekonomi 2025
Kinerja industri yang solid tak lepas dari kepercayaan pelaku usaha. Hal ini tercermin dari Indeks Kepercayaan Industri (IKI) awal 2026 yang mencapai 54,12.
Angka tersebut menunjukkan sektor manufaktur masih berada di zona ekspansif.
Di sisi lain, tingkat utilisasi industri yang masih di bawah kapasitas optimal memberi sinyal ruang pertumbuhan masih terbuka lebar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Kemenperin