Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
INDOZONE.ID - Kementerian Pertanian memastikan pasokan pangan nasional terjaga dan harga relatif stabil menjelang 2026, ditopang produksi dalam negeri, kelancaran distribusi, serta pengawasan pasar yang intensif di seluruh wilayah Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi para pedagang yang mematuhi ketentuan harga eceran tertinggi (HET), sehingga stabilitas harga pangan tetap terjaga dan daya beli masyarakat terlindungi.
“Kepada saudara-saudara yang sudah menjual komoditas pangan di bawah HET, kami ucapkan terima kasih,” kata Amran dalam keterangan di Jakarta, Kamis (1/1/2026).
Kendati demikian, ia menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar aturan di sektor pangan.
Menurutnya, stok pangan nasional saat ini berada dalam kondisi aman dan mencukupi sehingga tidak ada alasan kenaikan harga, khususnya untuk komoditas pokok strategis seperti beras, minyak goreng, dan gula konsumsi.
Baca juga: Realisasi Anggaran Ketahanan Pangan Capai Rp93,4 Triliun hingga Oktober 2025
Adapun stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog hingga akhir Desember 2025 mencapai 3,39 juta ton.
“Saat ini beras dan minyak goreng tidak ada alasan untuk naik karena produksinya banyak. Hal yang sama juga berlaku untuk gula putih, di mana produksi dalam negeri terus meningkat. Jadi, tidak ada alasan harga naik,” ujar Amran.
Ia menegaskan pemerintah terus mengawal stabilitas pasokan dan harga melalui pemantauan intensif serta turun langsung ke lapangan.
“Mudah-mudahan semua berjalan sesuai harapan dan tidak ada gangguan dalam beberapa hari ke depan,” katanya.
Mengacu pada Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga pangan rata-rata nasional di pasar tradisional pada Kamis pagi menunjukkan tren melandai.
Perkembangan ini mencerminkan penyesuaian pasar setelah peningkatan konsumsi selama libur akhir tahun, meski beberapa komoditas masih bertahan di level relatif tinggi.
Untuk beras kualitas bawah I tercatat sekitar Rp14.700 per kilogram dan kualitas bawah II Rp15.350 per kilogram.
Baca juga: Kebijakan Indonesia Hentikan Impor Beras Tekan Harga Beras Dunia
Pada segmen menengah, beras kualitas medium I berada di kisaran Rp16.350 per kilogram dan medium II Rp16.000 per kilogram. Sementara beras kualitas super I tercatat Rp17.250 per kilogram dan super II Rp16.750 per kilogram.
Pada komoditas cabai, harga menunjukkan dinamika beragam. Cabai merah besar mencapai Rp52.200 per kilogram, cabai merah keriting Rp51.550 per kilogram, cabai rawit hijau Rp55.100 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp69.850 per kilogram.
Untuk protein hewani, harga daging ayam ras segar tercatat sekitar Rp44.400 per kilogram. Harga telur ayam ras turun ke level Rp33.500 per kilogram, sementara daging sapi relatif stabil di kisaran Rp142.800 per kilogram untuk kualitas I dan Rp134.500 per kilogram untuk kualitas II.
Adapun harga gula pasir kualitas premium berada di sekitar Rp20.550 per kilogram dan gula pasir lokal Rp18.200 per kilogram.
Sementara harga minyak goreng curah tercatat Rp19.450 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek I serta II masing-masing sekitar Rp22.700 dan Rp21.350 per liter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA