Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 29 NOVEMBER 2025 • 11:17 WIB

Mengenal Black Friday, Hari Shopping Besar-besaran di Amerika Serikat Pasca Thanskgiving

Mengenal Black Friday, Hari Shopping Besar-besaran di Amerika Serikat Pasca ThanskgivingIlustrasi Black Friday (Freepik)

INDOZONE.ID - Black Friday dikenal sebagai hari diskon besar-besaran dan promosi spesial serta dianggap sebagai awal musim belanja.

Black Friday sering digunakan sebagai indikator kesehatan ekonomi suatu negara dan menjadi acuan bagi para ekonom untuk mengukur tingkat kepercayaan konsumen. Jika angka penjualan Black Friday rendah, hal tersebut dianggap sebagai sinyal melambatnya pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: 3 Upaya Pertamina Sambut Nataru 2025: Kesiapan Stok dan Distribusi BBM Nasional

Banyak pemilik ritel menawarkan promo khusus baik secara online maupun di toko fisik pada hari Black Friday ini. Bahkan, persiapan promo biasanya dilakukan jauh-jauh hari karena tingginya antusiasme masyarakat dalam berburu produk unggulan dengan harga miring.

Di Amerika Serikat, Black Friday jatuh pada hari Kamis keempat bulan November. Black Friday selalu jatuh sehari setelah Thanksgiving. Pada tahun 2025, Black Friday berlangsung pada 28 November 2025.

Perkembangan dan Dampak Ekonomi

Fenomena Black Friday telah berkembang menjadi ritual tahunan yang tidak sekadar soal belanja murah, tetapi juga mencerminkan pola konsumsi masyarakat modern. 

Para pemiliki ritel bahkan menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mempersiapkan strategi penjualan, termasuk menyediakan produk unggulan dengan harga miring untuk menarik pembeli masuk ke toko atau website mereka.

Barang elektronik seperti televisi layar besar, ponsel pintar, laptop, dan perangkat rumah tangga pintar menjadi incaran utama karena diskon yang ditawarkan bisa mencapai setengah harga. Strategi ini bertujuan mengundang pelanggan agar membeli lebih banyak barang dengan margin keuntungan tinggi.

Baca juga: Usung Tema Apresiasi Peran Perempuan, PNM Kembali Gelar Kompetisi Foto Jurnalis

Bagi ekonom, angka penjualan Black Friday masih dianggap sebagai indikator penting kondisi ekonomi, terutama untuk memproyeksikan kekuatan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun. Semakin besar konsumsi masyarakat, semakin kuat pula persepsi optimisme ekonomi tahun berikutnya.

Menariknya, fenomena Black Friday tidak hanya terjadi di Amerika Serikat.  Diskon besar asal Amerika ini kini telah merambah banyak negara, termasuk Indonesia, yang turut menawarkan promo Black Friday melalui marketplace dan ritel favorit masyarakat.

Beberapa brand internasional, marketplace, hingga toko ritel local atau luar ikut meramaikan promo Black Friday dengan menawarkan potongan harga besar, cashback, hingga gratis ongkir. 

Baca juga: Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Meski tidak sekental tradisi di AS, antusiasme masyarakat Indonesia cukup besar karena banyak konsumen memanfaatkan momen ini untuk membeli kebutuhan akhir tahun dan kado Natal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Riset Penulis

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengenal Black Friday, Hari Shopping Besar-besaran di Amerika Serikat Pasca Thanskgiving

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!