Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 18 JUNI 2025 • 13:13 WIB

Dampak Konflik Iran-Israel: Menperin Agus Soroti Pentingnya Strategi Pencegahan Bagi Industri Nasional

Dampak Konflik Iran-Israel: Menperin Agus Soroti Pentingnya Strategi Pencegahan Bagi Industri NasionalMenperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Instagram/@indonesiago.id) (Instagram/@indonesiago.id)

INDOZONE.ID - Konflik bersenjata antara Iran dan Israel dapat berdampak pada stabilitas industri nasional karena ketergantungan sektor manufaktur pada energi impor yang rentan terhadap gangguan.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan pentingnya strategi pencegahan terhadap dampak perang Iran-Israel untuk menjaga kelangsungan industri dalam negeri.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat menyebabkan gangguan pada rantai pasok global, khususnya dalam pengadaan bahan baku dan logistik ekspor. Agus menyoroti pentingnya mengantisipasi dampak negatif ini.

Baca juga: Industri Panel Surya dan Kabel Dibangun di Kepulauan Riau, Menteri ESDM: Calon Investornya Sudah Ada

Ia menegaskan bahwa stabilitas sektor industri itu tergantung pada efisiensi energi dan diversifikasi sumber energi. Lantaran berkaitan langsung dengan upaya memperkuat daya saing dan menjaga kedaulatan energi nasional.

Pemerintah mendorong pelaku usaha untuk mengurangi konsumsi energi yang berlebihan dan beralih ke sumber energi alternatif yang lebih stabil, mengingat ketergantungan industri terhadap bahan bakar fosil dari Timur Tengah yang dapat menyebabkan gangguan pada sektor manufaktur.

"Karena itu, industri dalam negeri diminta lebih efisien dalam penggunaan energi dalam proses produksi. Penggunaan energi lebih efisien dari berbagai sumber dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing produk industri," ujarnya.

"Hal ini juga sekaligus mendukung kedaulatan energi nasional sebagaimana telah dicanangkan oleh Presiden Prabowo,” tambahnya.

Mitigasi Industri: Energi, Inflasi, hingga Nilai Tukar

Dengan mendorong diversifikasi sumber energi, Kemenperin berupaya mengurangi ketergantungan sektor industri pada energi fosil impor dan meningkatkan ketahanan industri terhadap perubahan kondisi global.

Meningkatkan ketahanan energi domestik melalui inovasi dan pemanfaatan energi terbarukan menjadi prioritas untuk mengurangi risiko gangguan rantai pasok.

Selain itu, dampak fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga perlu diantisipasi.

Baca juga: Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket Tajam

Industri diminta bersiap menghadapi inflasi pada biaya input produksi, yang dikhawatirkan akan menekan kemampuan ekspor.

Pemerintah mendorong penggunaan skema Local Currency Settlement (LCS) yang difasilitasi oleh Bank Indonesia untuk meningkatkan stabilitas transaksi dengan negara mitra dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Garuda TV

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dampak Konflik Iran-Israel: Menperin Agus Soroti Pentingnya Strategi Pencegahan Bagi Industri Nasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!