INDOZONE.ID - Harga Bitcoin kembali bergerak fluktuatif setelah sempat menguat menyusul rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan pasar.
Pergerakan tersebut dipengaruhi oleh penguatan dolar AS, sentimen risk-off, serta meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (BLS) mencatat inflasi tahunan pada Juni 2026 melambat menjadi 3,5 persen.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan proyeksi pasar sebesar 3,8 persen dan turun dari 4,2 persen pada bulan sebelumnya. Sementara itu inflasi inti juga melambat menjadi 2,6 persen atau di bawah perkiraan 2,8 persen.
Baca juga: Apa Itu Reksadana Pasar Uang? Begini Cara Kerjanya
CEO Tokocrypto Calvin Kizana menilai pergerakan pasar kripto saat ini perlu dipahami dalam konteks makroekonomi secara menyeluruh dan bukan sebagai sinyal melemahnya fundamental aset digital.
"Data inflasi AS yang lebih rendah sempat memberikan sentimen positif bagi Bitcoin. Namun, pasar masih mencermati penguatan dolar AS, tekanan pada aset berisiko, serta perkembangan geopolitik yang dapat kembali memengaruhi ekspektasi inflasi ke depan. Karena itu, volatilitas jangka pendek masih mungkin terjadi," ujar Calvin.
Calvin menilai gejolak harga dalam jangka pendek tidak mengubah arah perkembangan industri kripto.
Menurutnya pertumbuhan sektor ini akan semakin ditentukan oleh utilitas yang nyata, regulasi yang kuat, serta inovasi yang berkelanjutan.
Baca juga: Update Hari Ini: Pasar Saham Asia Menguat di Tengah Isu Gencatan Senjata dan Sektor Teknologi
"Prioritas investor dalam kondisi pasar seperti ini bukan reaksi emosional, melainkan disiplin, manajemen risiko, dan pandangan jangka panjang," tambahnya.
Berdasarkan data CoinDesk pada 20 Juli 2026 pukul 10.42 EDT atau 21.42 WIB Bitcoin diperdagangkan di level US$64.378 dengan volume perdagangan dalam 24 jam mencapai US$11,60 miliar.
Perdagangan aset kripto memiliki risiko tinggi termasuk potensi kerugian. Investor diimbau memahami risiko sebelum melakukan transaksi karena informasi yang disampaikan bersifat edukatif dan bukan merupakan nasihat maupun rekomendasi investasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tokocrypto.com