ini perbedaan kripto dan saham, lengkap dengan risiko dan keungannya (freepik)
INDOZONE.ID - Tahukah kamu investasi kripto dan saham sama-sama sering disebut sebagai jalan buat cari cuan, apalagi sekarang aksesnya makin mudah lewat aplikasi.
Namun, di balik peluang untungnya, dua instrumen ini punya cara kerja, risiko, dan karakter yang cukup berbeda.
Jadi sebelum ikut-ikutan investasi karena FOMO, yuk pahami dulu perbandingan risiko dan potensinya biar kamu gak salah langkah, berikut penjelasan lengkapnya.
Kripto dikenal punya pergerakan harga yang sangat cepat dan sering kali sulit ditebak.
Dalam hitungan jam saja, harga aset kripto bisa naik tinggi atau turun tajam karena bebrapa sentimen, misalnya sentimen pasar, isu global, hingga aktivitas investor besar.
Kondisi ini membuat kripto terlihat menarik bagi yang mengejar keuntungan cepat, tetapi risikonya juga jauh lebih besar. Sementara itu, saham biasanya bergerak lebih terukur karena dipengaruhi oleh kinerja perusahaan, laporan keuangan, dan kondisi ekonomi.
Baca juga: ATM Bitcoin Raksasa Dunia Bangkrut, Ribuan Mesin Kripto Tutup Mendadak
Saham punya dasar nilai yang lebih jelas karena mewakili kepemilikan pada sebuah perusahaan.
Artinya, investor bisa melihat kondisi bisnis, pendapatan, laba, hingga prospek pertumbuhan perusahaan sebelum membeli sahamnya.
Berbeda dengan itu, kalo kripto nilainya lebih banyak dipengaruhi oleh kepercayaan pasar, teknologi yang digunakan, dan seberapa luas aset tersebut diadopsi.
Karena itulah, kripto sering dianggap lebih spekulatif meski tetap punya potensi besar jika proyeknya berkembang.
Investasi saham berada di bawah pengawasan lembaga resmi, sehingga aturan mainnya lebih jelas dan perlindungan investornya lebih kuat.
Perusahaan yang melantai di bursa juga wajib memberikan laporan keuangan secara berkala, sehingga investor punya data untuk mengambil keputusan.
Di sisi lain, kripto masih menghadapi tantangan regulasi di banyak negara karena ekosistemnya terus berkembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Investopedia