Sabtu, 20 JUNI 2026 • 15:03 WIB

Tips Sukses Investasi Barang Antik untuk Pemula, Perhatikan Hal-hal Berikut

Author

Ilustrasi Investasi Barang Antik. (Freepik)

INDOZONE.ID Barang antik banyak dilirik sebagai salah satu instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan dalam jangka panjang.

Namun, berbeda dengan investasi pada umumnya, investasi barang antik membutuhkan ketelitian karena investor perlu memahami kondisi pasar agar tidak salah langkah.

Baca juga: Biar Nggak Ketinggalan Inflow Asing, Catat Jadwal Rebalancing MSCI Agustus & November 2026

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai berinvestasi di barang antik.

Tips Sukses Investasi Barang Antik untuk Pemula

1. Keaslian Barang Harus Jadi Prioritas

Salah satu faktor yang paling menentukan nilai sebuah barang antik adalah keasliannya. Karena itu, penting untuk memastikan asal-usul, material, hingga proses pembuatan barang yang akan dibeli.

Semakin baik kualitas dan keaslian barang, semakin besar pula peluang harganya meningkat.

2. Kondisi Barang Sangat Berpengaruh

Barang antik yang masih terawat dan minim kerusakan biasanya memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Sebaliknya, cacat atau kerusakan tertentu dapat menurunkan harga jual secara signifikan. Karena itu, penting untuk memeriksa kondisi barang secara teliti sebelum memutuskan membeli.

Baca juga: COO Danantara Tegaskan Transparansi Data Investasi untuk Perkuat Kepercayaan Investor

3. Pahami Tren dan Selera Pasar

Nilai barang antik sering kali dipengaruhi oleh tren yang berkembang di kalangan kolektor. Ada jenis material atau model tertentu yang sedang diminati, tetapi ada juga yang nilainya menurun karena kurang populer.

Investor perlu mengikuti perkembangan pasar dan memahami selera konsumen agar dapat menentukan waktu yang tepat untuk membeli maupun menjual koleksi.

Ilustrasi Barang Antik. (Freepik)

4. Siapkan Modal dan Biaya Tambahan

Investasi barang antik membutuhkan biaya lain yang perlu diperhitungkan, terutama jika proses penjualan dilakukan melalui agen, dekorator, atau rumah lelang.

Baca juga: Mengenal Perbedaan Indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 di Bursa Efek Indonesia

Umumnya, pihak perantara akan mengambil sebagian dari hasil penjualan sebagai biaya jasa. Nilainya beragam, bisa mencapai sekitar 25 hingga 30 persen dari harga jual barang.

5. Bersiap untuk Investasi Jangka Panjang

Berbeda dengan beberapa instrumen investasi lain yang pergerakan nilainya relatif cepat, barang antik cenderung membutuhkan waktu lebih lama untuk memberikan keuntungan.

Investasi ini lebih cocok bagi mereka yang memiliki tujuan jangka panjang dan tidak terburu-buru untuk mendapatkan hasil.

Baca juga: Rekomendasi Investasi Rendah Risiko Selain Deposito, Aman untuk Pemula

Investasi barang antik memang menawarkan potensi keuntungan yang menarik, tetapi membutuhkan kesabaran dan pengetahuan yang cukup.

Dengan memahami keaslian barang, kondisi koleksi, tren pasar, hingga biaya yang mungkin muncul, peluang untuk mendapatkan keuntungan dari investasi ini bisa menjadi lebih besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Swara.tunaiku.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU