INDOZONE.ID - Di tengah banyaknya pilihan instrumen investasi, growth funding jadi salah satu strategi yang cukup menarik untuk investor yang ingin mengejar pertumbuhan nilai aset dalam jangka panjang.
Biasanya, strategi ini berkaitan dengan perusahaan yang sedang berkembang pesat, rajin ekspansi, inovasi, dan terus memperbesar bisnisnya. Lalu, apa itu growth funding? Simak penjelasannya di bawah ini.
Baca juga: Mengenal Delisting Saham dan Cara Investor Menyikapinya, Jangan Langsung Panik!
Mengenal Growth Funding
Growth funding adalah strategi investasi yang fokus pada perusahaan dengan potensi pertumbuhan tinggi.
Bentuk investasinya bisa melalui saham, reksa dana, maupun ETF yang berisi perusahaan-perusahaan bertumbuh cepat.
Tujuan utamanya bukan mencari pendapatan rutin, melainkan mengejar kenaikan nilai investasi atau capital gain dalam jangka panjang.
Perusahaan tipe growth biasanya memilih memakai keuntungan bisnis untuk ekspansi usaha, membuka pasar baru, riset dan pengembangan (R&D), akuisisi perusahaan lain, hingga inovasi produk baru. Karena itu, banyak perusahaan growth tidak rutin membagikan dividen.
Kenapa Menarik?
Strategi ini menarik karena punya peluang pertumbuhan nilai aset yang cukup besar. Jika perusahaan terus berkembang, harga saham atau nilai investasinya juga bisa ikut naik dalam jangka panjang.
Makanya, growth funding sering dilirik investor yang memiliki target masa depan seperti dana pensiun, beli rumah, pendidikan anak, dan kebebasan finansial.
Baca juga: Apa Itu Saham Multibagger? Kenali Ciri dan Tips Dapat Peluan Cuan
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Meski potensinya besar, growth funding juga memiliki risiko lebih tinggi.
Nilainya bisa naik turun cukup tajam karena sangat bergantung pada performa bisnis perusahaan dan kondisi pasar.
Jadi, strategi ini lebih cocok buat investor yang siap menghadapi fluktuasi, sabar investasi jangka panjang, dan memiliki toleransi risiko lebih tinggi.
Tips Melakukan Growth Funding
Agar lebih maksimal, ini beberapa tips yang bisa dilakukan.
1. Pilih Perusahaan dengan Pertumbuhan Konsisten
Cari perusahaan yang pendapatan dan labanya terus naik dari tahun ke tahun.
2. Lirik Sektor yang Penuh Inovasi
Beberapa sektor yang sering tumbuh cepat, antara lain:
- Teknologi
- Bioteknologi
- Energi terbarukan
- E-commerce
- Kesehatan digital
Baca juga: Investasi Return 10 Persen per Tahun, Simak Opsi dan Risikonya
3. Cek Fundamental Perusahaan
Beberapa hal yang harus diperhatikan terkait fundamental perusahaan, antara lain:
- Pertumbuhan pendapatan
- Laba bersih
- Margin keuntungan
- ROE
- Utang perusahaan
4. Lihat Kualitas Manajemen
Perusahaan dengan pemimpin visioner biasanya lebih agresif berkembang dan cepat beradaptasi.
5. Perhatikan Harga Saham
Jangan asal beli mahal, pastikan valuasi masih masuk akal dibanding potensi pertumbuhannya.
6. Fokus Jangka Panjang
Growth funding bukan jalan cuan cepat, karena hasilnya biasanya terasa dalam waktu panjang.
Growth funding adalah strategi investasi jangka panjang yang fokus pada perusahaan bertumbuh cepat. Potensinya besar, tapi risikonya juga lebih tinggi.
Baca juga: Berapa Lama Menyimpan Emas Antam agar Untung? Ini Penjelasannya
Jika dijalankan dengan riset dan kesabaran, strategi ini bisa jadi salah satu cara membangun kekayaan di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sahabat Pengadaian