INDOZONE.ID - Tahukah kamu, krisis global sering datang tanpa aba-aba dan bikin banyak orang panik, terutama soal keuangan.
Di dunia saham, hal ini bisa buat nilai investasi naik turun dengan cepat, bahkan terasa nggak pasti dalam waktu singkat.
Tapi menariknya, ada beberapa sektor yang justru tetap bertahan, bahkan masih bisa menghasilkan cuan di tengah kondisi sulit.
Berikut daftar sektor investasi yang tetap kuat dan berpotensi cuan saat krisis global:
1. Sektor Kebutuhan Pokok
Sektor kebutuhan pokok mencakup produk yang selalu dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti makanan dan minuman.
Mau kondisi ekonomi lagi bagus atau justru melemah, kebutuhan ini tetap dicari.
Karena sifatnya yang “wajib”, permintaan di sektor ini cenderung stabil.
Itulah kenapa perusahaan di bidang ini biasanya punya pendapatan yang lebih konsisten dari waktu ke waktu.
Bagi investor, sektor kebutuhan pokok sering jadi pilihan untuk menjaga kestabilan portofolio.
Selaij itu jangkauan pasarnya juga luas, dari berbagai lapisan masyaraka, hingga akan tetap bertahan di tengah krisis.
2. Sektor Kesehatan
Kesehatan adalah kebutuhan yang nggak bisa ditunda.
Mulai dari layanan medis, obat-obatan, hingga alat kesehatan, semuanya tetap dibutuhkan dalam kondisi apa pun.
Menariknya, di saat krisis sekalipun permintaan di sektor ini justru cenderung stabil, bahkan bisa meningkat.
Baca juga: Outlook Ekonomi Indonesia 2026: Investasi Naik, Sektor MICE Menguat
Hal ini membuat sektor kesehatan sering dianggap sebagai “safe haven” bagi investor.
Ditambah lagi, inovasi di bidang kesehatan terus berkembang.
Dari teknologi medis hingga layanan digital health, semuanya membuka peluang pertumbuhan yang menarik dalam jangka panjang.
3. Sektor Energi
Energi adalah bagian penting yang mendukung hampir semua aktivitas manusia.
Misalnya, Listrik, bahan bakar, hingga energi industri tetap dibutuhkan, bahkan saat kondisi ekonomi sedang tidak stabil.
Selain itu, perusahaan energi juga punya posisi penting dalam menjaga roda ekonomi tetap berjalan.
Lebih dari itu, tren peralihan ke energi terbarukan juga membuka peluang baru.
Ini membuat sektor energi tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang mengikuti zaman.
4. Sektor Telekomunikasi
Di era digital seperti sekarang, koneksi internet dan komunikasi sudah jadi kebutuhan utama.
Oleh karena itu, perusahaan telekomunikasi cenderung memiliki pendapatan yang stabil dari layanan yang digunakan setiap harinya.
Baca juga: Saham BUMI Bergerak di Bidang Apa? Ini Bisnis dan Arah Barunya!
Bahkan saat krisis pun, kebutuhan ini justru semakin terasa penting.
Didukung perkembangan teknologi digital yang terus melaju, sektor ini punya potensi pertumbuhan yang berkelanjutan dan menarik bagi investor.
5. Sektor Utilitas
Sektor utilitas mencakup layanan dasar seperti listrik, air bersih, dan gas.
Nah hal tersebut adalah kompenen yang hampir tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari pastinya.
Dalam kondisi normal maupun krisis, kebutuhan ini tetap harus terpenuhi.
Karena sifatnya yang esensial, permintaan di sektor utilitas cenderung stabil dan tidak terlalu terpengaruh gejolak ekonomi.
Itulah kenapa sektor ini sering dianggap sebagai salah satu investasi yang lebih “aman” saat kondisi pasar tidak menentu.
Selain itu, banyak perusahaan utilitas memiliki model bisnis jangka panjang dengan pelanggan tetap, sehingga arus pendapatannya relatif konsisten.
Itu dia beberapa sektor investasi yang btetap berpeluang walaupun sedang krisis global. Semoga bermanfaat ya!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Investopedia